Ajak Masyarakat Sadar Lingkungan, Seniman Arkiv Tampilkan Paus Pink di Tanah Lot

AKURAT.CO, Seniman terkenal Arkiv Vilmansa kembali menghadirkan acara ekslusif yang bertajuk Widya Segara di Tanah Lot, Bali.
Widya Segara akan menampilkan sebuah instalasi seni yang memukau yakni sebuah paus raksasa dengan tinggi 9 meter, lebar 12 dan panjang 30 meter yang mencerminkan kedalaman potensi maritim Nusantara.
Baca Juga: Sebelum Bertolak ke Myanmar, Timnas Indonesia Uji Coba Lawan Bali United 3 Desember
Proyek seni ini dirancang untuk menampilkan karya seni rupa tiga dimensi dan ditempatkan di wilayah pantai untuk memberikan dampak pengalaman apresiasi seni dan membangun kesadaran budaya kritis dalam menjaga dan melestarikan lautan Nusantara, khususnya Bali secara atraktif dan interaktif.
E-Motion Entertainment, perusahaan yang telah lama berkontribusi di bidang musik, film, televisi, media dan teknologi digital, kini memperluas jangkauan kreativitasnya ke dunia seni rupa.
Sebagai bagian dari ekspansi ini, E-Motion Entertainment berkolaborasi bersama Arkiv dan Zen 1 untuk merayakan beragam keindahan yang dimiliki oleh seni, kebudayaan, dan alam di Indonesia.
“Dari awal usaha E-motion Entertainment selalu mendukung industri kreatif anak Bangsa. Dari musik, film, dan sekarang kesenian menjadi kelanjutan komitmen kami memajukan industri kreatif Indonesia. Widya Segara adalah suatu gerakan yang membanggakan lewat karya seni dan instalasi yang membawa pesan untuk dunia dari Indonesia," ujar CEO E-Motion Entertainment, Arnold Jaguar Limasnax, Senin (2/12/2024).
”Cintai dan berbanggalah atas kekayaan alam laut Indonesia. Jagalah kelestarian alam lewat kesenian, pesan ini bisa tersebar luas. Kembangkan inspirasi kepada seniman lokal lain untuk berkarya dan eksplorasi dengan pesan yang positif," sambungnya.
Sebagai pemilik galeri, Nicolaus Kuswanto merasa memiliki peran penting untuk menjembatani aspirasi dari seniman Arkiv yang telah berkeliling dunia.
"Saya sebagai pemilik galeri bertugas menjembatani apa yang menjadi aspirasi seniman Arkiv yang sudah melalang buana ke dunia untuk tahun ke depan akan mulai memunculkan sosok-sosok yang tidak mengambil dari kebaratan lagi yaitu mengangkat tema biota laut," ucap Nicolaus.
"Dimana kekayaan laut Indonesia yang sudah terkenal, menarik dirinya untuk berkarya sesuai dengan keindahan laut Indonesia," sambungnya.
Baca Juga: Pantai Ngobaran, Pantai Eksotik Kembaran Tanah Lot
Terkait dengan pelestarian laut, para seniman harus menyadari pentingnya menjaga kelestarian biota laut yang mereka representasikan dalam karya seni.
"Itulah relasinya mengapa event Widya Segara ini berkaitan dengan pelestarian alam bawah laut. Arkiv mendapat inspirasi ini beberapa tahun lalu pada saat dia berada di pantai di luar negeri yang indah. Disitulah dirinya tersadar jika negaranya yaitu di Indonesia memiliki pantai-pantai yang lebih indah" jelas Nico.
Selain instalasi paus raksasa, "Widya Segara" juga akan disertai dengan pertunjukan seni lokal yang memperkaya pengalaman budaya para pengunjung. Mulai dari pertunjukan budaya Bali serta pertunjukan lainnya yang akan memperkaya suasana acara, sehingga menciptakan sebuah perayaan budaya yang penuh warna.
Event ini pun sekaligus bertepatan dengan perayaan ulang tahun Kabupaten Tabanan, yang dapat menambah makna acara sebagai sebuah penghormatan terhadap kekayaan budaya.
Selain menyajikan sebuah karya seni yang indah, acara ini juga memberikan kesadaran mengenai masalah terhadap kerusakan laut dan pencemaran plastik yang dapat memberikan dampak negatif terhadap sektor pariwisata di Indonesia.
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM pun menuturkan bahwa karya seni yang ditunjukkan nantinya membawakan pesan mengenai pelestarian alam.
“Filosofi yang kita dapat dari sini bahwa kita di Bali, khususnya di Tabanan sangat mensakralkan paus ini, karena ketika ada paus warna pink karya seniman top dunia mengisyaratkan bahwa paus ‘ulam agung’ ini membawa pesan pelestarian alam lingkungan yaitu sagara kerdeh," ungkap Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM.
Dengan melibatkan seniman-seniman lokal di Bali, "Widya Segara" akan memperkenalkan sisi lain dari Bali, yang tidak hanya dikenal dengan keindahan alam, tetapi juga dengan keberagaman sejarah yang dimilikinya.
Setelah instalasi di Tanah Lot, E-Motion Entertainment, Arkiv Vilmansa, dan Galeri Zen 1 akan membawa karya lainnya ke berbagai lokasi indah. Pada bulan Desember 2024, pameran ini akan berpindah ke Locca Sea House di Badung, Bali, yang terkenal dengan suasananya yang tenang.
Menariknya, pengunjung yang akan mendarat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, bisa melihat langsung sebuah kreasi seni yang menakjubkan tersebut.
Pada Februari 2025 nanti, Instalasi karya Arkiv lainnya juga akan ditampilkan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pameran ini diharapkan menjadi momen penting dalam dunia seni Indonesia, yang tidak hanya menonjolkan kecantikan visual, tetapi juga menggugah kesadaran masyarakat akan keberagaman biota laut yang menarik.
Instalasi dengan tema "Widya Segara" oleh E-Motion Entertainment, Arkiv Vilmansa, dan Galeri Zen 1 ini bertujuan untuk menyuguhkan para pengunjung mengenai ekspresi artistik yang megah, serta menghubungkan sejarah dan budaya maritim dengan visi modern Arkiv.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









