Akurat
Pemprov Sumsel

Rilis Koleksi Terbaru 2026, Ortuseight Fokus Pada Peforma dan Kebutuhan Atlet

Zainal Hasan | 23 April 2026, 19:56 WIB
Rilis Koleksi Terbaru 2026, Ortuseight Fokus Pada Peforma dan Kebutuhan Atlet
Senior Brand Communication Manager Ortuseight, Yuda Amardika (baju putih) dalam acara Summer 2026 Product Launch yang berlangsung pada 22–23 April 2026 di Atria Gading Serpong, Tangerang Selatan. ORTUSEIGHT

AKURAT.CO, Jenama perlengkapan olahraga Indonesia, Ortuseight, memperkenalkan rangkaian produk terbarunya dalam gelaran Summer 2026 Product Launch yang berlangsung pada 22–23 April 2026 di Atria Gading Serpong, Tangerang Selatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merek lokal tersebut untuk memperluas pengembangan produk di sektor olahraga yang terus berkembang.

Memasuki kuartal kedua tahun ini, Ortuseight membawa pembaruan di sejumlah kategori, mulai dari sepakbola, futsal, hingga lari. Peluncuran dikemas tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga melalui sesi presentation product dan experience session yang melibatkan distributor, media, serta komunitas olahraga.

Pada hari pertama, Senior Brand Communication Manager Ortuseight, Yuda Amardika, memaparkan arah pengembangan produk di hadapan para mitra dan pemangku kepentingan.

Pemaparan tersebut menjadi pembuka sebelum rangkaian acara lainnya, termasuk fashion show yang menampilkan koleksi terbaru dengan menghadirkan atlet dan influencer.

Dalam peluncuran ini, ada tiga lini produk yang menjadi fokus utama. Pertama, Hyperfit yang dirancang sebagai sepatu hybrid fitness untuk menunjang aktivitas latihan hingga intensitas tinggi.

Kedua, lini padel melalui Vector Bandeja yang mengedepankan aspek grip, stabilitas, dan kelincahan. Ketiga, Track and Field Series seperti Aeroflash dan Aeroswift yang mengusung desain ringan untuk kebutuhan kecepatan.

Perhatian juga tertuju pada kategori sepatu spike dan hybrid sport yang dinilai masih terbatas di pasar domestik. Yuda menilai kebutuhan terhadap produk tersebut cukup tinggi, terutama di kalangan atlet.

“Yang paling menarik itu sepatu track and field dan hybrid sport. Kalau diperhatikan, atlet di Indonesia kesulitan mencari sepatu spike dengan spesifikasi tinggi. Harganya mahal dan barangnya jarang,” ujar Yuda dalam keterangan resminya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang pengembangan produk yang dilakukan Ortuseight. Ia menyebut, pihaknya melihat adanya kebutuhan yang belum sepenuhnya terpenuhi di pasar.

“Kami melihat banyak kebutuhan dari atlet. Bahkan ada yang mengeluh kenapa belum ada sepatu spike lokal. Kami ingin jadi solusi,” katanya.

Selain itu, tren hybrid sport juga mulai berkembang seiring meningkatnya variasi aktivitas latihan atlet.

“Untuk hybrid sport juga, ini lagi tren dan kami termasuk yang pertama di Indonesia, bahkan di dunia baru beberapa jenama saja,” lanjutnya.

Tak hanya fokus pada sepatu, Ortuseight turut memperkenalkan penguatan di lini apparel. Beberapa teknologi yang dihadirkan antara lain OrtDry untuk manajemen keringat, LaserCut untuk presisi desain, Seamless Bond guna meminimalkan gesekan, UV Block System sebagai perlindungan dari sinar matahari, serta OrtCool untuk menjaga suhu tubuh.

Perkembangan pola latihan atlet yang kini tidak hanya berfokus di lapangan, tetapi juga di gym, disebut menjadi pertimbangan dalam pengembangan produk.

“Sekarang atlet tidak hanya fokus di lapangan. Mereka punya sesi gym khusus, jadi butuh sepatu yang memang didesain untuk itu,” ujar Yuda.

Dari sisi performa, sejumlah produk yang diperkenalkan diklaim telah melalui pengujian di level kompetisi, termasuk ajang internasional di Singapura dengan hasil yang cukup kompetitif.

“Acara ini menjadi medium bagi kami untuk memperkenalkan arah produk ke depan. Kami ingin memastikan setiap inovasi tidak hanya relevan secara fungsi, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan pasar,” tutup Yuda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.