Puji Ekosistem Surabaya, Jacksen F Tiago Sebut Talenta MilkLife Soccer Challenge Kian Matang

AKURAT.CO, Pembinaan berkelanjutan pada sepakbola putri kembali menunjukkan progres nyata. Konsistensi dalam menjaga roda kompetisi di level akar rumput menjadi kunci utama demi melahirkan generasi baru srikandi lapangan hijau yang tangguh dan bermental juara di masa depan.
Nafas pembinaan berkelanjutan ini tercermin dalam babak pamungkas MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri dua 2025-2026. Turnamen yang berlangsung di Lapangan Bogowonto dan Lapangan Bola Jala Krida, Surabaya, sukses ditutup pada Minggu (17/5/2026) dengan melahirkan dua kampiun baru melalui drama adu penalti yang mendebarkan.
Pada kategori KU 12, SDN Pacarkeling V/186 B keluar sebagai juara usai menyudahi perlawanan sengit rivalnya dengan skor 6-5 via babak adu penalti, setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal. Langkah serupa diikuti oleh SDN Manukan Kulon yang merengkuh takhta juara KU 10, juga setelah memenangi drama adu penalti atas SDN DR. Sutomo V/327.
Geliat sepakbola putri di Kota Pahlawan mendapat atensi khusus dari Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen Ferreira Tiago. Legenda yang sukses membawa Persebaya Surabaya juara baik sebagai pemain maupun pelatih ini menilai, kualitas individu para peserta di Surabaya terbilang matang berkat ekosistem olahraga yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir.
"Potensi anak-anak Surabaya itu sangat besar sekali. Begitu individu-individu yang ada dikumpulkan menjadi satu tim dan dilatih dengan baik, mereka akan bisa bersaing dengan luar biasa. Dari aspek postur cukup bagus dan iklim sepakbola putri di sini sudah berjalan lama, jadi kematangan mereka jauh lebih baik," ungkap Jacksen.
Pelatih asal Brasil tersebut menambahkan, melimpahnya talenta berbakat membuat tim pelatih harus jeli dalam mengurasi pemain yang nantinya akan masuk dalam skuad MilkLife Soccer Challenge All-Stars untuk bertolak ke Kudus pada pertengahan Juni mendatang.
Kendati demikian, Jacksen mengingatkan pentingnya kesinambungan latihan di luar turnamen resmi demi menjaga jam terbang para pemain belia ini.
"Kompetisi seperti ini berjalan dua kali dalam setahun. Di luar itu, saya berharap mereka bisa tetap menimba ilmu dalam kesehariannya dengan bergabung di Sekolah Sepakbola (SSB)," tambahnya.
Selama lima hari penyelenggaraan (12-17 Mei 2026), turnamen ini menyedot perhatian tidak kurang dari 1.620 siswi dari 78 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Surabaya dan sekitarnya. Total ada 73 tim yang berlaga di kategori KU 10 dan 77 tim di KU 12.
Panitia Pelaksana MilkLife Soccer Challenge 2025-2026, Edi Supriyanto, menggarisbawahi bahwa kuantitas peserta merupakan salah satu parameter penting kesuksesan sebuah program pembinaan.
"Suatu pembinaan dianggap berhasil jika pesertanya banyak. Karena dari situ akan terus muncul talenta-talenta putri yang semakin melimpah. Ke depan, kami berharap kompetisi berjenjang ini bisa membantu menciptakan ekosistem sepakbola putri Indonesia yang semakin matang," papar Edi.
Dukungan penuh terhadap kompetisi berkelanjutan ini juga datang dari pihak regulator daerah. Perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Arief Anton Sujarwo, mengapresiasi konsistensi MLSC yang sudah berjalan selama beberapa tahun di wilayahnya.
Menurut Arief, kehadiran turnamen ini memberikan peta jalan (roadmap) yang jelas bagi pembinaan atlet. Namun, ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas pemain harus diimbangi dengan peningkatan kualitas juru taktik di bangku cadangan.
"Kami berharap ke depannya tidak hanya atlet saja yang dikembangkan, tetapi juga pelatih. Kalau kualitas pelatih bisa bagus dan merata, maka sepakbola wanita akan semakin berkembang pesat," pungkas Arief.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum








