Bagaimana Seni Tari Tercipta? Simak Sejarah dan Perkembangannya

AKURAT.CO Seni tari adalah ekspresi budaya yang menggabungkan gerakan tubuh, ritme, dan musik.
Tari telah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia sepanjang sejarah.
Dari zaman prasejarah hingga masa kini, seni tari terus berkembang dan mengalami perubahan.
Bagaimana sebenarnya seni tari tercipta dan mengapa hal ini menarik bagi banyak orang, Berikut penjelasannya yang dirangkum dari sebuah Jurnal Universitas PGRI Palembang karya Treny Hera berjudul 'ASPEK-ASPEK PENCIPTAAN TARI DALAM PENDIDIKAN'.
1. Zaman Prasejarah
- Pada zaman prasejarah, manusia sudah mengenal seni tari. Meskipun sederhana, tari-tarian sudah tercipta menggunakan gerakan tangan dan kaki.
- Instrumen musik pengiring tarian, seperti nekara, juga sudah ada. Tari pada masa ini sering dikaitkan dengan kepercayaan dan memiliki nuansa magis serta sakral.
2. Zaman Indonesia-Hindu
- Pada masa pemerintahan Indonesia-Hindu, seni tari banyak dipengaruhi oleh kebudayaan India.
- Pedagang India yang menetap di Indonesia membawa pengaruh budaya dan agama, sehingga terjadi perpaduan tari India dengan budaya kerajaan saat itu.
3. Zaman Indonesia-Islam dan Penjajahan
- Pada masa Indonesia-Islam dan penjajahan, seni tari mengalami perubahan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya yang dominan.
- Tari menjadi bagian dari upacara dan perayaan, serta digunakan untuk menyampaikan pesan dan cerita.
4. Zaman Setelah Kemerdekaan
- Setelah kemerdekaan, seni tari terus berkembang dengan memadukan tradisi lokal dan unsur-unsur modern.
- Berbagai jenis tari daerah dan kreasi baru terus muncul, memperkaya khazanah seni tari Indonesia.
Kesimpulan
Seni tari telah ada sejak zaman prasejarah dan terus berkembang seiring waktu. Pengaruh budaya, agama, dan perubahan sosial memainkan peran penting dalam menciptakan dan mengembangkan seni tari. Dari tarian sakral hingga tari modern, seni tari terus menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






