Akurat Logo

5 Fakta Menarik Candi Terbesar di Indonesia

Redaksi Akurat | 17 Juni 2026, 19:13 WIB
 5 Fakta Menarik Candi Terbesar di Indonesia
Candi Borobudur

AKURAT.CO Candi Borobudur adalah candi yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah dan merupakan candi Budha terbesar di Indonesia.

Selain menjadi tempat ibadah umat Budha, Borobudur juga telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata budaya dan spiritual paling populer di dunia.

Setiap tahun, ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara datang untuk mengagumi arsitektur, keindahan, dan makna filosofis yang terkandung di dalamnya.

Tidak hanya sebagai warisan budaya bangsa, Borobudur juga diakui sebagai bagian dari warisan dunia oleh UNESCO, sehingga keberadaannya memiliki nilai penting bagi peradaban global.

Baca Juga: Modinity Fashion Parade 2026 Usung Ambisi Global dari Borobudur

5 Fakta Menarik Candi Borobudur

Candi Budha Terbesar di Dunia

Borobudur diakui UNESCO sebagai candi Buddha terbesar di dunia. Luasnya mencapai sekitar 123 x 123 meter dengan tinggi lebih dari 35 meter, terdiri dari sembilan tingkat (enam berbentuk bujur sangkar dan tiga berbentuk lingkaran).

Dibangun Tanpa Semen

Uniknya, Borobudur disusun dari sekitar 2 juta balok batu andesit yang disatukan tanpa menggunakan perekat semen. Balok-balok batu tersebut disusun dengan sistem kunci (interlock), sehingga kuat menahan beban hingga berabad-abad lamanya.

Memiliki 2.672 Relief dan 504 Arca Buddha

Candi ini dihiasi dengan ribuan relief yang menceritakan ajaran Buddha, kehidupan manusia, hingga hukum karma. Selain itu, terdapat 504 arca Buddha yang tersebar di berbagai tingkatan candi.

Dibangun pada Abad ke-8

Borobudur diperkirakan dibangun pada masa Dinasti Syailendra sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi. Pembangunannya memakan waktu puluhan tahun hingga akhirnya menjadi mahakarya arsitektur klasik Nusantara.

Baca Juga: Dari Thailand ke Borobudur, Ditutup dengan Doa di PIK: Inilah Makna Thudong 2025

Pernah Tertimbun Abu Vulkanik

Sekitar abad ke-14, Borobudur sempat ditinggalkan dan terkubur abu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi. Baru pada abad ke-19, candi ini ditemukan kembali oleh Sir Thomas Stamford Raffles dan dilakukan pemugaran besar-besaran.

Bunga Adinda (Magang)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R