Akurat Logo

Tak Sekadar Festival Kuliner, Peh Cun di PIK Tebarkan Pesan Kerukunan

Saeful Anwar | 25 Juni 2026, 15:45 WIB
Tak Sekadar Festival Kuliner, Peh Cun di PIK Tebarkan Pesan Kerukunan
Perayaan Peh Cun atau Duan Wu Jie di kawasan Pantjoran PIK dan Riverwalk Island.

AKURAT.CO Perayaan Peh Cun atau Duan Wu Jie di kawasan Pantjoran PIK dan Riverwalk Island tak hanya menghadirkan kuliner khas bacang, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus simbol kerukunan antarumat beragama.

Rangkaian kegiatan yang digelar dalam Bacang Fest 2026 menghadirkan berbagai aktivitas budaya, edukasi, dan pemberdayaan UMKM yang menarik ribuan pengunjung.

Di Pantjoran PIK, bacang menjadi pusat perhatian. Beragam jenis bacang yang digantung di gerobak kuliner menarik minat pengunjung yang datang untuk mencicipi sajian khas Peh Cun sekaligus mengikuti berbagai kegiatan budaya.

Operational Manager Pantjoran PIK, Stephanus Adrianta, mengatakan Bacang Fest 2026 dirancang sebagai wadah yang mempertemukan budaya, komunitas, dan kreativitas dalam satu ruang.

“Bacang Fest 2026 kami hadirkan sebagai perayaan yang menghubungkan budaya, komunitas, dan kreativitas. Selain menghadirkan berbagai pengalaman yang dapat dinikmati seluruh keluarga, kami juga ingin memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan kekayaan cita rasa bacang Nusantara,” ujar Stephanus, Kamis (25/6/2026).

Salah satu agenda utama festival adalah Kompetisi Bacang yang diikuti 15 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah.

Ajang ini menjadi bentuk apresiasi bagi pelaku usaha yang mempertahankan resep keluarga dan tradisi pembuatan bacang.

Lima pemenang kompetisi, yakni Ang Huat Kembang Jaya, Bacang JJL, Hao Kitchen, Bacang Lotus, dan Bacang Oma Lili, turut memamerkan produk mereka selama festival berlangsung.

Perayaan Peh Cun atau Duan Wu Jie di kawasan Pantjoran PIK dan Riverwalk Island menghadirkan kuliner khas bacang.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Sidak Perusahaan Baja asal China di Pulogadung

Selain menjadi bagian dari tradisi Peh Cun, bacang juga menunjukkan potensi sebagai produk kuliner yang memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi.

Melalui Galeri Budaya Tionghoa Indonesia, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan edukatif seperti Bacang Tasting, Chinese Calligraphy Workshop, Bacang Treasures, hingga Decorate Your Own Dragon Boat.

Kurator Galeri Budaya Tionghoa Indonesia, Mitha Budhyarto, mengatakan pendekatan interaktif menjadi cara efektif untuk memperkenalkan tradisi kepada generasi muda.

“Melalui berbagai aktivitas yang interaktif dan edukatif, kami ingin memperkenalkan tradisi Peh Cun dengan cara yang lebih dekat dan relevan bagi masyarakat masa kini,” kata Mitha.

Semangat perayaan Peh Cun juga terasa di Kelenteng Tian Fu Gong, Riverwalk Island.

Kawasan tersebut dipadati pengunjung yang mengikuti Festival Duan Wu Jie dengan berbagai atraksi budaya, termasuk pertunjukan barongsai.

Namun, makna perayaan tidak berhenti pada hiburan. Umat dari berbagai kelenteng di Jabodetabek bersama-sama membuat 1.500 bacang halal yang kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Bacang tersebut juga disalurkan kepada jamaah Masjid Al-Ikhlas yang berada di sekitar kawasan Riverwalk Island. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap keberagaman.

Keberadaan Kelenteng Tian Fu Gong, Masjid Al-Ikhlas, dan Rupang Si Mian Fo dalam satu kawasan turut mencerminkan harmoni dan toleransi yang tumbuh di tengah masyarakat.

Perayaan Peh Cun di PIK menunjukkan bahwa tradisi tidak hanya dapat terus dilestarikan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarkomunitas dan memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman.

Baca Juga: Masyarakat Harus Jaga Persatuan dan Optimisme Menuju Indonesia Emaa 2045

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.