5 Jenis Hobi yang Bisa Datangkan Uang Lewat Media Digital

AKURAT.CO Founder Digimom Indonesia sekaligus konten kreator, Dahlia Febrina mengungkapkan lima jenis hobi yang bisa mendatangkan uang atau menghasilkan cuan di era digital seperti sekarang ini.
"Beberapa jenis hobi yang bisa menghasilkan cuan di era digital sekarang ini adalah hobby fotografi, desain, tata rias wajah, memasak, atau menulis." ujar Dahlia webinar mengenai penguatan keterampilan digital masyarakat Indonesia bernama #MakinCakapDigital 2024, Senin, 22 April 2024, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Dalam acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tersebut Dahlia juga menjelaskan agar hobby tersebut bisa menjadi ladang cuan, dibutuhkan strategi atau cara untuk mengoptimalkannya, yaitu menyiapkan perencanaan, menyediakan waktu yang cukup, membuat promosi, dan aktif di media sosial.
"Dibutuhkan kecakapan digital untuk mengoptimalkan hobby menjadi sumber cuan. Kenapa? Dengan cakap digital, bisnis mampu bersaing dan berkembang. Bisnis juga bisa menjangkau pelanggan yang lebih luas, meningkatkan efisiensi, dan lebih tangguh menghadapi tantangan," ujarnya.
Selain Dahlia Febrina dalam acara yang bertema "Inspirasi Bisnis: Ubah Hobi Jadi Cuan Lewat Media Digital" turut hadir pula narasumber lain diantaranya;Kepala Program Studi Bisnis Digital ITBA DCC Aliy Hafiz; serta Kepala Unit ICT UNDIPA Makassar Erfan Hasmin.
Sebagai pemberi pidato kunci acara ini adalah Ketua Umum Dipanegara Management Study 2023-2024 Kristian Yodi.
Selain itu dalam webinar ini juga menggandeng komunitas Dimensi.
Baca Juga: Bisnis dari Hobi Traveling? Bisa Banget, Simak 6 Ide Berikut
Aliy Hafiz menambahkan, bagi pelaku usaha yang terjun di ruang digital wajib memahami hak-hak dan kewajibannya.
Selain agar tercipta iklim usaha yang baik, mereka bisa terhindar dari masalah hukum apabila paham dan mengerti tentang hak dan kewajiban di ruang digital.
Selain itu, pemahaman ini bisa melindungi pelaku usaha dari potensi kerugian akibat konsumen nakal.
"Hak-hak dan kewajiban tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Baca dengan teliti agar bisa memahami sepenuhnya apa saja hak dan kewajiban yang diatur undang-undang," ungkapnya.
Selain itu, menurut Erfan Hasmin, dibutuhkan kecakapan dalam hal keamanan digital bagi pelaku usaha. Menurut dia, pebisnis online perlu mengetahui tentang keamanan digital untuk melindungi data sensitif seperti informasi pelanggan, rincian pembayaran, dan data bisnis lainnya dari serangan siber.
"Tanpa keamanan digital yang memadai, pebisnis online rentan terhadap ancaman seperti peretasan, pencurian identitas, malware, dan serangan phishing, yang dapat merugikan bisnis mereka secara finansial dan merusak reputasi," katanya.
Baca Juga: GenZ dari Kalangan Mahasiswa Masih Minim Literasi Digital Sektor Keuangan
Dalam pidato kuncinya, Kristian Yodi menuturkan, lewat internet, generasi muda akan mendapatkan banyak hal, baik itu yang positif maupun yang negatif.
Oleh karena itu, kegiatan literasi digital akan memberikan pemahaman dan kesadaran bagi pengguna media sosial, internet, maupun ponsel pintar untuk memanfaatkannya dengan bijak, proporsional, dan benar.
"Oleh karena itu, literasi digital akan dapat memberikan pemahaman bagi generasi muda tentang bagaimana memanfaatkan internet sebaik-baiknya. Dengan penggunaan internet yang benar dan tepat, hal itu dapat mendukung pengembangan pengetahuan dan kreativitas yang bermanfaat dalam kehidupan," ujar Kristian.
Indeks Literasi Digital Indonesia
Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Tahun 2023, pengguna internet di Indonesia mencapai 215,62 juta atau setara 78,19 persen dari total populasi Indonesia.
Di saat yang bersamaan, pertumbuhan pengguna yang masif ini membuka ruang yang lebih luas terhadap potensi meningkatnya penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), maupun internet.
Pengukuran status literasi digital Indonesia 2023 terhadap 38 provinsi melaporkan bahwa kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan TIK semakin membaik dalam setahun terakhir.
Indeks literasi digital Indonesia di awal 2023 ada di level 3,54 dari skala 1-5. Artinya, secara umum literasi digital masyarakat Indonesia ada di level "sedang".
Indeks tersebut sedikit meningkat dibanding 2020 lalu yang ada di level 3,46.
Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dapat diakses melalui website literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo Facebook Page dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








