Tanggal 10 Desember Memperingati Hari Apa? Ada Hari HAM yang Spesial untuk Kaum Wanita

AKURAT.CO Setiap tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang berfokus pada penghormatan terhadap hak-hak setiap individu di seluruh dunia.
Namun, selain itu, tanggal 10 Desember juga memiliki makna penting dalam kampanye global untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan, yakni 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence).
Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.
Dilansir dari Komnasperempuan.go.id, di Indonesia, kampanye ini telah mendapatkan dukungan penuh dari Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) sejak tahun 2001.
Meskipun tidak sepopuler Hari HAM, peringatan ini dilakukan di beberapa negara dan komunitas.
Peringatan ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya pengakuan dan perlindungan hak-hak perempuan dalam konteks HAM secara lebih spesifik.
Sebagai bagian dari Hari HAM, 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dilakukan untuk mendapatkan hak yang setara dengan laki-laki, termasuk hak untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan, suara dalam pemerintahan, serta kebebasan dari diskriminasi dan kekerasan.
Peringatan ini mengingatkan dunia akan kebutuhan untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan penghapusan segala bentuk kekerasan berbasis gender yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.
Pentingnya Peringatan Ini
Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan pada tanggal 10 Desember sangat relevan dengan isu-isu yang masih dihadapi oleh perempuan di seluruh dunia, seperti:
- Kekerasan terhadap Perempuan
Kekerasan domestik, pelecehan seksual, dan praktik-praktik diskriminatif yang masih banyak terjadi di berbagai negara, bahkan di negara-negara maju sekalipun.
- Ketimpangan Ekonomi dan Pekerjaan
Perempuan masih sering menghadapi perbedaan upah yang signifikan dibandingkan dengan laki-laki di banyak sektor, serta terbatasnya akses terhadap pekerjaan yang memadai.
- Akses terhadap Pendidikan
Di beberapa negara berkembang, perempuan dan anak perempuan masih memiliki akses terbatas terhadap pendidikan yang berkualitas, yang membatasi potensi mereka untuk maju dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




