Cara Merawat Kulit Wajah Setelah Terbakar Matahari

AKURAT.CO Paparan sinar matahari berlebih sering membuat kulit wajah terasa perih, kering, bahkan kemerahan. Kondisi ini tentu tidak nyaman, sehingga perawatan yang tepat sangat dibutuhkan agar kulit dapat pulih lebih cepat.
Dengan langkah yang benar, kulit wajah tidak hanya kembali sehat, tetapi juga terlindungi dari risiko kerusakan jangka panjang yang bisa memicu penuaan dini atau flek hitam.
Baca Juga: Soal Perawatan Wajah, Luna Maya Akui Maxime Bouttier Sulit Dibujuk
Mengompres dan Menenangkan Kulit
Mengutip dari laman Alodokter, salah satu langkah awal yang bisa dilakukan setelah kulit terbakar matahari adalah mengompres wajah menggunakan air dingin. Kompres ini berfungsi menurunkan suhu kulit dan mengurangi rasa perih.
Selain itu, penggunaan gel lidah buaya juga dapat membantu memberikan sensasi menenangkan dan mempercepat regenerasi kulit.
Bahan alami lain seperti mentimun juga bisa digunakan karena sifatnya yang menyejukkan.
Menjaga Hidrasi Tubuh dan Kulit
Air memegang peran penting dalam proses pemulihan kulit.
Minum air putih dalam jumlah cukup dapat membantu mengembalikan kelembaban kulit dari dalam. Penggunaan pelembab ringan juga sangat dianjurkan agar kulit tidak semakin kering.
Hindari penggunaan produk perawatan yang mengandung alkohol atau pewangi karena bisa memperparah iritasi.
Nora Niswatun Choirina (Magang)
Selain itu, mengonsumsi buah dan sayur yang kaya antioksidan juga baik untuk membantu memperbaiki jaringan kulit yang rusak.
Baca Juga: Perawatan Wajah Sederhana Ala Pria
Perlindungan untuk Mencegah Kerusakan Lanjutan
Langkah selanjutnya adalah melindungi kulit agar tidak kembali terbakar. Mengutip dari Halodoc, penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30 sangat disarankan setiap kali beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, memakai topi lebar dan kacamata hitam dapat membantu mengurangi paparan langsung sinar matahari. Jika perawatan ini dilakukan secara konsisten, kulit tidak hanya lebih cepat pulih tetapi juga terlindungi dari efek buruk jangka panjang sinar UV.
Nora Niswatun Choirina (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






