Cara Mengambil BPKB Kendaraan Setelah Cicilan Lunas di Leasing

AKURAT.CO Setelah cicilan kendaraan dinyatakan lunas, pemilik biasanya menanti momen penting berikutnya, yakni mengambil Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang sebelumnya ditahan oleh pihak leasing.
BPKB merupakan dokumen resmi sebagai bukti sah kepemilikan kendaraan, sehingga proses pengambilannya harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Setiap perusahaan pembiayaan memang memiliki kebijakan berbeda, namun secara umum mekanisme pengambilan BPKB tidak jauh berbeda antar-leasing.
Langkah pertama yang harus dilakukan debitur adalah memastikan status cicilan telah benar-benar lunas dan terkonfirmasi oleh pihak leasing.
Konfirmasi ini biasanya disampaikan melalui pesan singkat, surat elektronik, atau dapat dicek melalui aplikasi resmi perusahaan pembiayaan.
Setelah status pelunasan terverifikasi, pihak leasing akan menerbitkan surat keterangan lunas atau release letter.
Dokumen ini menjadi syarat utama pengambilan BPKB dan memuat identitas pemilik kendaraan, data kendaraan, serta pernyataan bahwa seluruh kewajiban pembayaran telah diselesaikan.
Pengambilan BPKB dilakukan di kantor leasing tempat pengajuan pembiayaan sebelumnya.
Di sejumlah perusahaan pembiayaan, khususnya di kota besar, debitur diwajibkan membuat janji temu terlebih dahulu karena tingginya antrean.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Ini Panduan Memilih Terapis Anak Autis yang Terpercaya
Jadwal pengambilan dapat diatur melalui aplikasi, layanan pelanggan, atau dengan mendatangi langsung kantor cabang.
Debitur juga disarankan membawa surat pelunasan cicilan dan identitas diri untuk memperlancar proses administrasi.
Pada hari pengambilan, petugas akan melakukan verifikasi data sesuai kartu identitas pemilik.
Apabila pengambilan diwakilkan, pihak leasing mewajibkan adanya surat kuasa bermaterai disertai fotokopi identitas pemberi dan penerima kuasa.
Proses verifikasi dilakukan secara ketat guna mencegah penyalahgunaan dokumen, mengingat BPKB merupakan bukti kepemilikan kendaraan yang sangat penting.
Setelah verifikasi selesai, petugas akan menyerahkan BPKB beserta dokumen pendukung lain yang sebelumnya disimpan, seperti faktur kendaraan atau salinan perjanjian kredit.
Pemilik kendaraan diimbau untuk memeriksa kembali data pada BPKB, mulai dari nama pemilik, nomor rangka, hingga nomor mesin, guna memastikan tidak ada kesalahan penulisan.
Jika ditemukan kekeliruan, pemilik dapat segera melaporkannya untuk proses perbaikan sesuai ketentuan instansi penerbit.
Sebagai tahap akhir, debitur diminta menandatangani tanda terima sebagai bukti penyerahan BPKB secara sah. Dokumen tersebut menjadi arsip pihak leasing.
Dengan demikian, BPKB resmi kembali berada di tangan pemilik kendaraan dan sebaiknya disimpan di tempat yang aman serta tidak dibawa saat berkendara, kecuali untuk keperluan tertentu seperti balik nama atau pengajuan pinjaman dengan agunan kendaraan.
Baca Juga: Mengenali Tanda Awal Down Syndrome pada Anak Sejak Dini
Laporan: Novi Karyanti/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






