MAX 2026 Resmi Dibuka, Dorong Ekonomi Biru dan Perkuat Masa Depan Wisata Bahari Indonesia

AKURAT.CO Marine Actions Expo (MAX) 2026 resmi dibuka. Acara yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (24/4/2026), menandai lahirnya ikon baru event bahari Indonesia yang menghadirkan semangat kolaborasi, inovasi, dan kebangkitan industri maritim nasional.
MAX 2026 langsung mencuri perhatian publik sebagai pameran bahari pertama di Indonesia yang mengusung semangat kolaborasi, inovasi, dan penguatan ekonomi biru.
Sejak hari pertama, event ini dipadati pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku industri, komunitas, hingga pecinta dunia maritim.
Tidak sekadar menjadi ajang pameran, MAX 2026 hadir sebagai ruang temu strategis yang mempertemukan pemerintah, investor, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat umum untuk bersama-sama membangun masa depan sektor bahari Indonesia.
Pameran ini ditargetkan menarik 6.000 hingga 10.000 pengunjung.
Momen pembukaan berlangsung emosional saat Founder MAX, Nunung Hasan, menyampaikan pesan mendalam tentang keberlanjutan expo ini. Dengan suara bergetar, ia menegaskan bahwa MAX bukan sekadar acara, melainkan warisan bersama.
“MAX bukan milik saya, tapi milik kita semua. Ini adalah legacy yang harus terus hidup,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan sektor bahari sebagai masa depan generasi mendatang. “Laut ini bukan hanya warisan, tapi masa depan anak cucu kita,” tambahnya.
Senada dengan itu, Direktur Utama MAX 2026, Aisyah Grey, menegaskan bahwa konsep blue economy harus memberikan dampak nyata, khususnya bagi masyarakat pesisir.
“Blue economy tidak boleh hanya soal pertumbuhan industri, tapi harus menghadirkan kesejahteraan bagi nelayan, pemandu wisata, dan pelaku usaha lokal,” tegas Aisyah.
Baca Juga: Cinema XXI Bolehkan Bawa Tumbler ke Dalam Studio, Ini Syarat Utamanya!
Ia mengingatkan agar pesatnya promosi wisata bahari tidak membuat masyarakat lokal justru terpinggirkan.
“Jangan sampai laut kita ramai dipromosikan, tapi rakyat pesisir hanya jadi penonton di rumah sendiri,” ujarnya.
Aisyah juga menyoroti berbagai tantangan di sektor bahari, mulai dari keterbatasan fasilitas keselamatan hingga perlunya penguatan peran pelaku lokal.
Menurutnya, industri ini tidak hanya bicara bisnis, tetapi juga menyangkut aspek kehidupan dan keadilan.
Melalui MAX, ia berharap tercipta kolaborasi nyata untuk mendorong Indonesia menjadi kekuatan global di sektor bahari.
“Kalau kita bergerak bersama, Indonesia tidak hanya indah, tapi juga kuat secara ekonomi,” katanya.
Sebagai bagian dari promosi, MAX 2026 turut menghadirkan ajang Mermaid-Merman Indonesia 2026 guna melahirkan figur inspiratif yang mengampanyekan konservasi laut.
Wisata Bahari Jadi Tulang Punggung Pariwisata
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa wisata bahari memiliki peran strategis dalam menopang pariwisata nasional dan ekonomi kelautan.
Ia menyebut sektor ini menyumbang sekitar 32–42 persen dari total aktivitas pariwisata nasional, dengan 65 persen wisatawan memilih destinasi bahari.
Selain itu, ekonomi kelautan menyerap sekitar 7 juta tenaga kerja dan menghasilkan nilai ekonomi hingga ratusan miliar dolar AS.
“Pariwisata bahari punya spektrum luas, dari bawah laut hingga aktivitas di atasnya. Ini kekuatan besar Indonesia,” ujarnya.
Namun, ia menekankan bahwa pengembangan sektor ini harus berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan, bukan sekadar jumlah kunjungan.
“Tanpa kualitas dan sustainability, pariwisata tidak akan bertahan lama,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perubahan tren wisata pascapandemi, di mana wisatawan kini lebih mencari pengalaman personal, dekat dengan alam, dan bernilai emosional.
Di sisi lain, pemerintah masih menghadapi tantangan seperti infrastruktur, konektivitas, dan kualitas SDM. Untuk itu, peningkatan standar keselamatan dan pelatihan tenaga kerja menjadi prioritas.
“Keselamatan wisata bahari menjadi fokus kami tahun ini, termasuk pelatihan dan sertifikasi,” jelasnya.
Ni Luh menutup dengan pesan kuat tentang pentingnya menjaga laut sebagai aset masa depan. “Laut ini bukan warisan, tapi titipan untuk generasi mendatang,” ujarnya.
MAX 2026 pun diharapkan menjadi momentum besar untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus mendorong Indonesia tampil sebagai pemain utama dalam industri bahari global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






