Akurat Logo

Media Sosial Kian Dominan dalam Pencarian Properti

Saeful Anwar | 24 April 2026, 18:31 WIB
Media Sosial Kian Dominan dalam Pencarian Properti
Influencer sekaligus konsumen properti, Aya Choiriyah, dalam Seminar Property Outlook bertajuk “Membaca Arah Perkembangan dan Peluang Pasar Properti di Tahun 2026” di PIK Avenue, Jumat (24/4/2026).

AKURAT.CO Media sosial kini menjadi kanal utama bagi masyarakat dalam mencari informasi properti.

Calon pembeli, khususnya dari kalangan milenial dan generasi Z, tidak lagi hanya mengandalkan brosur, pameran, atau iklan konvensional sebelum menentukan pilihan hunian.

Hal tersebut disampaikan influencer sekaligus konsumen properti, Aya Choiriyah, dalam Seminar Property Outlook bertajuk “Membaca Arah Perkembangan dan Peluang Pasar Properti di Tahun 2026” di PIK Avenue, Jumat (24/4/2026).

Menurut Aya, media sosial memudahkan calon pembeli untuk membandingkan berbagai proyek properti.

Melalui platform digital, mereka dapat melihat fasilitas, membaca ulasan konsumen, hingga menilai gaya hidup yang ditawarkan suatu kawasan.

“Pengaruh media sosial sangat besar dalam mencari properti,” ujarnya.

Ia menjelaskan, generasi muda kini cenderung melakukan riset digital sebelum mengunjungi lokasi secara langsung.

Konten video, ulasan pengguna, akses kawasan, fasilitas sekitar, desain hunian, hingga suasana lingkungan menjadi bahan pertimbangan utama.

Pola ini, kata Aya, menuntut pengembang untuk lebih serius mengelola informasi di kanal digital.

Konten yang disajikan tidak hanya harus menarik secara visual, tetapi juga informatif dan mampu menjawab kebutuhan calon pembeli.

Baca Juga: Purbaya Copot Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman dari Cluster Kemenkeu, Ini Alasannya

“Milenial juga mempertimbangkan akses. Itu menjadi salah satu faktor penting sebelum membeli properti,” katanya.

Ia menambahkan, akses menjadi krusial karena generasi muda membutuhkan hunian yang terhubung dengan tempat kerja, pusat aktivitas, transportasi, ruang publik, serta fasilitas gaya hidup.

Selain itu, Aya turut membagikan pengalamannya sebagai konsumen kredit pemilikan rumah (KPR). Ia menilai suku bunga menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam perjalanan mencicil properti.

“Sebagai konsumen, harapannya bunga KPR tidak terlalu tinggi karena perubahan cicilan sangat terasa setiap bulan,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan membeli properti saat ini tidak lagi semata-mata didasarkan pada harga.

Calon pembeli juga mempertimbangkan lingkungan, akses, fasilitas, hingga gaya hidup yang ditawarkan kawasan tersebut.

“Orang sekarang melihat properti bukan hanya dari harga, tetapi juga lingkungan, akses, dan gaya hidupnya,” ucap Aya.

Ia menegaskan, media sosial dapat menjadi jembatan efektif antara pengembang dan konsumen.

Namun, informasi yang disampaikan harus tetap akurat agar calon pembeli dapat mengambil keputusan secara matang.

Baca Juga: Harga Plastik Menjulang, Kemenperin Dorong Kemasan Aseptik pada Makanan dan Minuman

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.