Bukan Sekadar Tanggalan, Ini Makna 5 Hari Pasaran dalam Kalender Jawa

AKURAT.CO Bagi masyarakat Jawa, kalender tradisional bukan sekadar alat untuk menentukan pergantian hari, bulan, atau tahun.
Lebih dari itu, sistem penanggalan Jawa memiliki kedalaman spiritual dan filosofis yang sangat erat dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu elemen paling unik dalam penanggalan ini adalah siklus pancawara atau yang lebih dikenal sebagai 5 hari pasaran: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Baca Juga: Kalender Jawa 15 Mei 2026, Watak Weton Jumat Pahing Penuh Ambisi dan Tegas
Siklus pasaran ini berputar setiap lima hari sekali dan berpadu dengan siklus 7 hari masehi (Senen-Minggu) untuk membentuk apa yang disebut sebagai Weton.
Namun, tahukah Anda bahwa setiap hari pasaran memiliki makna, watak, arah mata angin, hingga simbol spiritual tersendiri?
Mari bedah satu per satu makna mendalam di balik 5 hari pasaran dalam Kalender Jawa berikut ini.
1. Legi (Manis)
Hari pasaran Legi disimbolkan dengan elemen Udara dan menempati arah mata angin Timur. Dalam filosofi Jawa, Legi melambangkan awal mula, kesucian, dan optimisme.
Makna Filosofis: Legi berarti manis atau mulia. Hari ini melambangkan titik balik untuk memulai sesuatu dengan niat yang bersih dan pikiran yang jernih.
Watak Karakter: Seseorang yang lahir pada pasaran Legi umumnya memiliki pembawaan yang tenang, ramah, suka menyekolahkan pikiran (bijaksana), dan ikhlas. Mereka sering kali menjadi penengah dalam konflik karena tutur katanya yang menyejukkan.
2. Pahing (Pethakan)
Pahing diidentikkan dengan elemen Api dan menguasai arah mata angin Selatan. Warna mistis yang melambangkan pasaran ini adalah merah.
Makna Filosofis: Pahing menggambarkan energi yang membara, semangat, dan pencapaian materi. Hari ini dipenuhi dengan ambisi positif untuk menggapai kesuksesan.
Watak Karakter: Lahir pada pasaran Pahing biasanya identik dengan karakter yang kuat, bersemangat, tidak mudah menyerah, dan kreatif. Sisi negatifnya, jika tidak dikontrol, energi api ini bisa membuat mereka menjadi pribadi yang mudah cemburu atau keras kepala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









