HYROX di NICE PIK2 Pecahkan Rekor Asia Pasifik, Lebih dari 11 Ribu Atlet Ramaikan Debut di Indonesia

AKURAT.CO AirAsia HYROX Jakarta sukses mencatat sejarah pada debut penyelenggaraannya di Indonesia.
Ajang fitness race berskala global yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK2, Tangerang, pada 27–28 Juni 2026 itu diikuti lebih dari 11.500 peserta, menjadikannya penyelenggaraan HYROX perdana dengan jumlah peserta terbesar di kawasan Asia Pasifik.
Selama dua hari, Hall 5 hingga Hall 8 NICE PIK2 berubah menjadi arena adu kekuatan, daya tahan, dan mental.
Berdasarkan hasil kompetisi, sebanyak 10.896 atlet berhasil masuk klasifikasi finis dari berbagai kategori, mulai Singles, Doubles, Relay, Pro, hingga Adaptive.
HYROX menggabungkan lari sejauh delapan kilometer dengan delapan stasiun latihan fungsional.
Setiap satu kilometer lari, peserta harus menyelesaikan tantangan berbeda, mulai dari SkiErg, sled push, sled pull, burpee broad jumps, rowing, farmers carry, sandbag lunges, hingga wall balls.
Stasiun terakhir, wall balls, menjadi salah satu titik paling emosional. Banyak peserta harus mengerahkan sisa tenaga untuk menyelesaikan repetisi terakhir di tengah sorakan penonton yang memenuhi arena.
Regional Events Manager SEA HYROX APAC, William Petty, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan pesatnya perkembangan komunitas fitness di Indonesia.
"Sebagai perbandingan, race pertama kami di Singapura diikuti sekitar 3.500 peserta, sementara Bangkok yang sebelumnya menjadi yang terbesar mencapai sekitar 9.000 peserta," ujar William.
AirAsia HYROX Jakarta yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK2, Tangerang, pada 27–28 Juni 2026.
Baca Juga: Japto Soerjosoemarno Penuhi Panggilan Ulang KPK Terkait Kasus Gratifikasi Tambang Rita Widyasari
Menurutnya, selama ini banyak atlet Indonesia harus terbang ke Singapura, Hong Kong, atau Thailand untuk mengikuti HYROX.
Kehadiran Jakarta menjadi kesempatan bagi komunitas lokal untuk bertanding di negara sendiri.
Atmosfer kompetisi semakin semarak dengan hadirnya peserta dari berbagai latar belakang, mulai atlet profesional, pelari rekreasional, komunitas gym, pasangan suami istri, hingga peserta yang baru pertama kali mengikuti HYROX.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah mantan pesepak bola nasional Irfan Bachdim.
Ia turun di kategori Men Open dan membukukan waktu 1 jam 5 menit 21 detik, sekaligus menempatkannya di jajaran peserta Indonesia terbaik pada kategori tersebut.
Prestasi juga ditorehkan Graha Rizky Taruna yang menjadi peserta Indonesia dengan catatan waktu tercepat di kategori Men Open, yakni 1 jam 4 menit 30 detik.
"First time HYROX Jakarta, first ranking overall national, dan podium ketiga kategori Men Open," tulis Graha melalui akun media sosialnya.
Bagi sebagian besar peserta, HYROX bukan sekadar mengejar podium. Kompetisi ini menjadi ajang menguji hasil latihan selama berbulan-bulan sekaligus mengukur batas kemampuan diri.
Team Head Marketing PUMA Indonesia, Rachmat B. Trilaksono, mengatakan HYROX menghadirkan pengalaman berbeda dibanding kompetisi olahraga lainnya.
"HYROX menawarkan pengalaman yang unik karena bukan hanya menyelesaikan sebuah race, tetapi juga tentang bagaimana seseorang terus berkembang, membangun kepercayaan diri, dan menikmati prosesnya bersama komunitas," ujarnya.
Penyelenggaraan HYROX Jakarta juga memberi dampak terhadap sektor sport tourism.
Sebelumnya, pemerintah memperkirakan ajang ini menarik sekitar 4.000 peserta internasional yang turut menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi.
Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Sri Wahyuni, menilai HYROX mampu membangun budaya olahraga yang kompetitif sekaligus mendorong masyarakat menjalani gaya hidup aktif.
Di garis finis, medali finisher menjadi simbol perjuangan setiap peserta. Ada yang mengejar personal best, menyelesaikan race pertama, hingga sekadar menikmati pengalaman bersama komunitas.
Debut HYROX di NICE PIK2 pun tidak hanya menjadi penyelenggaraan terbesar di Asia Pasifik, tetapi juga menegaskan Indonesia sebagai salah satu pasar potensial bagi perkembangan olahraga berbasis komunitas, kekuatan, dan daya tahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kementerian ESDM: Tabung CNG 3 Kg Tak Perlu Dibeli, Masyarakat Cukup Tukar Isi Gas
- 2Trump Perintahkan Serangan Balasan, AS Kembali Gempur Iran
- 3Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 Rilis! Ini Jadwal Laga Big Match yang Wajib Tonton
- 4Edwin van Der Sar Harap Timnas Indonesia Bisa Segera Tampil di Piala Dunia
- 5KPK Dikabarkan Gelar OTT di Kuansing, Sejumlah Pejabat Pemkab Diamankan
- 6Masjid Hajjah Yuliana Dibangun di Melbourne, Simbol Bakti kepada Orang Tua dan Gotong Royong Diaspora
- 7Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit Akhir Stephen Eustaquio Bawa Tuan Rumah ke 32 Besar
- 8Israel Resmi Akui Genosida Armenia, Turki Murka Sebut Upaya Tutupi Kejahatan di Gaza
- 9Tiba di Gedung KPK, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Tampil Lebih Kurus
- 10Japto Soerjosoemarno Penuhi Panggilan Ulang KPK Terkait Kasus Gratifikasi Tambang Rita Widyasari








