Akurat Logo

Apa Itu Validasi? Inilah Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Contohnya

Idham Nur Indrajaya | 19 Agustus 2026, 16:48 WIB
Apa Itu Validasi? Inilah Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Contohnya
Apa itu validasi? Simak pengertian, jenis, manfaat, contoh, serta perbedaan validasi dan verifikasi dalam berbagai konteks. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Pernah mendengar seseorang berkata, “Aku cuma butuh validasi”? Istilah ini semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari, terutama di media sosial dan hubungan pertemanan. Namun, validasi sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan perasaan atau kebutuhan seseorang untuk mendapatkan pengakuan.

Dalam dunia penelitian, pekerjaan, dan teknologi, validasi juga digunakan untuk memastikan data atau informasi memenuhi kriteria tertentu. Lantas, apa itu validasi, apa artinya, dan bagaimana contohnya dalam kehidupan sehari-hari?

Ringkasan

Validasi adalah proses untuk memastikan bahwa sesuatu benar, sah, akurat, sesuai standar, atau dapat diterima berdasarkan kriteria tertentu. Dalam konteks data, validasi dilakukan untuk memeriksa apakah informasi yang dimasukkan sudah sesuai sehingga dapat digunakan. Sementara dalam hubungan sosial, validasi berarti mengakui dan memahami pengalaman atau perasaan seseorang tanpa harus selalu menyetujui pendapat maupun tindakannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), validasi berarti pengesahan atau pengujian kebenaran atas sesuatu. Kata “memvalidasi” sebagai kata kerja berarti mengesahkan atau menguji.

Pengertian tersebut menunjukkan bahwa validasi pada dasarnya berkaitan dengan proses memastikan sesuatu memiliki dasar yang dapat diterima.

M Agus J Alam dalam buku Belajar Sendiri Mengolah Database dengan Borland Delphi 7 juga menjelaskan validasi sebagai proses pemeriksaan untuk mengetahui apakah suatu data valid atau tidak.

Dengan demikian, arti validasi sebenarnya cukup luas. Istilah ini dapat digunakan ketika seseorang memeriksa data, menguji sebuah sistem, memastikan proses pekerjaan, hingga mengakui perasaan orang lain.

Apa Arti Validasi dalam Berbagai Konteks?

Makna validasi dapat berubah sesuai konteks penggunaannya. Namun, benang merahnya tetap sama, yaitu adanya proses untuk memastikan atau mengakui sesuatu berdasarkan kondisi dan kriteria tertentu.

Validasi data

Dalam pengolahan data, validasi bertujuan memastikan informasi yang dimasukkan akurat, lengkap, sesuai format, dan dapat digunakan.

Misalnya, sebuah formulir pendaftaran meminta nomor telepon. Jika sistem hanya menerima angka tetapi pengguna memasukkan huruf, sistem dapat menolak input tersebut. Proses pemeriksaan itu merupakan bentuk validasi data.

Validasi penting karena kesalahan kecil pada tahap input dapat terbawa ke proses berikutnya. Jika data yang salah langsung digunakan, hasil analisis atau keputusan yang dibuat berdasarkan data tersebut juga berpotensi keliru.

Validasi dalam penelitian

Dalam penelitian, validasi berkaitan dengan upaya memastikan data atau proses yang digunakan memiliki kualitas dan kesahihan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Peneliti tidak cukup hanya mengumpulkan data. Data tersebut perlu diperiksa untuk memastikan sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Hal ini penting karena kesimpulan penelitian sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan.

Validasi dalam teknologi

Dalam teknologi, validasi biasanya terjadi ketika sistem memeriksa input sebelum diproses.

Contohnya antara lain:

  • alamat email harus memiliki format yang sesuai;

  • tanggal harus menggunakan format tertentu;

  • jumlah barang tidak boleh bernilai negatif;

  • kode tertentu harus sesuai daftar yang tersedia;

  • nomor telepon hanya boleh berisi karakter yang diperbolehkan.

Tujuannya sederhana: sistem perlu mengetahui apakah input dapat diterima sebelum data tersebut diproses lebih lanjut.

Validasi emosi atau perasaan

Di media sosial, kata validasi sering digunakan dalam konteks psikologi dan hubungan.

Validasi emosi berarti mengakui bahwa perasaan seseorang benar-benar ada dan dapat dipahami. Mengutip konsep yang dikembangkan Marsha M. Linehan, pendekatan validasi dalam Dialectical Behavior Therapy (DBT) menempatkan penerimaan sebagai salah satu bagian penting dalam menghadapi pengalaman emosional.

Misalnya, seorang teman berkata bahwa dirinya kecewa karena gagal mendapatkan pekerjaan.

Respons seperti:

Wajar kalau kamu merasa kecewa setelah sudah mempersiapkannya selama ini.

merupakan bentuk validasi karena mengakui perasaan tersebut tanpa menghakimi.

Validasi dalam hubungan sosial

Dalam hubungan dengan pasangan, teman, keluarga, atau rekan kerja, validasi dapat menjadi bagian dari komunikasi yang empatik.

Seseorang yang bercerita belum tentu selalu membutuhkan solusi. Terkadang, ia hanya ingin didengarkan dan merasa bahwa pengalaman yang dialaminya dipahami.

Di sinilah validasi menjadi penting.

Baca Juga: Apa Arti Effort dalam Suatu Hubungan? Berikut Penjelasan dan Contohnya

Baca Juga: Apa Arti Camerok? Simak Makna Lengkap dan Penggunaan Kata Ini

Apa Bedanya Validasi dan Verifikasi?

Validasi dan verifikasi sering dianggap sama karena keduanya sama-sama berkaitan dengan pemeriksaan. Namun, keduanya memiliki fokus yang berbeda.

Secara sederhana:

Aspek

Validasi

Verifikasi

Fokus

Memastikan sesuatu sesuai tujuan, kriteria, atau kondisi yang diharapkan

Memastikan sesuatu sesuai prosedur, spesifikasi, atau persyaratan

Pertanyaan utama

“Apakah ini benar atau tepat untuk digunakan?”

“Apakah ini sudah dilakukan sesuai ketentuan?”

Contoh

Memastikan data dapat digunakan untuk analisis

Memeriksa apakah data dimasukkan sesuai prosedur

Perbedaan tersebut menjadi lebih mudah dipahami melalui contoh.

Sebuah perusahaan memiliki formulir digital untuk menerima data pelanggan. Verifikasi dapat digunakan untuk memeriksa apakah proses pengisian mengikuti aturan yang telah ditentukan. Sementara validasi dapat digunakan untuk memastikan data yang dimasukkan memenuhi kriteria sehingga layak diproses.

Dalam praktiknya, kedua proses tersebut dapat berjalan berdampingan.

Apa Saja Jenis Validasi Data?

Menurut Corporate Finance Institute, validasi data dapat dilakukan melalui satu atau beberapa pemeriksaan sebelum data disimpan atau digunakan dalam database.

Beberapa jenis validasi yang umum antara lain:

1. Data Type Check

Pemeriksaan ini memastikan tipe data yang dimasukkan sesuai dengan kebutuhan.

Contohnya, kolom usia hanya menerima angka. Jika seseorang memasukkan “dua puluh tahun” ke kolom yang hanya menerima bilangan, sistem dapat menolaknya.

2. Code Check

Code check digunakan untuk memastikan kode yang dimasukkan sesuai dengan format atau daftar kode yang berlaku.

Contohnya adalah kode tertentu pada sistem administrasi. Jika kode tidak sesuai dengan daftar yang telah ditentukan, sistem dapat menandainya sebagai data tidak valid.

3. Range Check

Range check atau pengecekan rentang memastikan nilai berada dalam batas yang telah ditentukan.

Misalnya, sistem survei menetapkan nilai kepuasan dari 1 sampai 5. Input bernilai 8 tidak memenuhi rentang sehingga harus ditolak.

4. Format Check

Format check memastikan data mengikuti pola yang sudah ditentukan.

Contohnya adalah tanggal. Sebuah sistem mungkin mengharuskan tanggal ditulis dalam format tertentu. Data dengan pola yang berbeda dapat dianggap tidak valid.

5. Consistency Check

Pemeriksaan konsistensi dilakukan untuk melihat apakah data masuk akal dan tidak bertentangan dengan informasi lainnya.

Contohnya, sebuah sistem mencatat barang dikirim pada pukul 08.00, tetapi waktu pengambilan barang oleh kurir tercatat pukul 09.00. Data tersebut perlu diperiksa karena urutannya tidak logis.

6. Uniqueness Check

Pemeriksaan keunikan bertujuan mencegah data tercatat lebih dari satu kali ketika seharusnya hanya ada satu entri.

Contohnya adalah nomor identitas pelanggan. Jika nomor yang sama muncul berkali-kali sebagai data pelanggan berbeda, sistem perlu memeriksanya untuk mencegah pendataan ganda.

Apa Manfaat Validasi?

Validasi bukan sekadar prosedur tambahan. Pada kondisi tertentu, proses ini menjadi pengaman sebelum data, informasi, atau keputusan digunakan.

Beberapa manfaat validasi antara lain:

  • Menghindari kesalahan input, karena data yang tidak memenuhi kriteria dapat ditolak sejak awal.

  • Mempermudah pengolahan data, karena informasi yang masuk sudah mengikuti aturan tertentu.

  • Meningkatkan akurasi, sebab kesalahan dapat ditemukan sebelum memengaruhi proses berikutnya.

  • Menjaga kelengkapan data, terutama ketika sistem memiliki persyaratan informasi tertentu.

  • Mengurangi risiko keputusan yang keliru, karena keputusan dibuat berdasarkan data yang lebih terkontrol.

  • Membantu komunikasi, terutama ketika validasi digunakan untuk memahami pengalaman atau emosi orang lain.

Dalam konteks teknologi, validasi bahkan dapat dilakukan secara otomatis. Sistem tidak perlu menunggu manusia menemukan kesalahan setelah data terkumpul dalam jumlah besar.

Bagaimana Cara Melakukan Validasi?

Mengutip Sigmoid, proses validasi data dapat dilakukan melalui beberapa tahapan.

1. Menganalisis data

Pertama, tentukan data apa yang akan diperiksa dan apakah data tersebut memang sesuai dengan kebutuhan.

Tidak semua data membutuhkan pemeriksaan dengan aturan yang sama.

2. Memvalidasi database

Data yang sudah masuk ke database perlu diperiksa kembali. Tahap ini membantu menemukan kesalahan yang mungkin lolos ketika proses input berlangsung.

3. Melakukan sampling

Jika jumlah data sangat besar, pemeriksaan dapat dilakukan dengan mengambil sebagian data yang dianggap mewakili keseluruhan.

Sampling bukan berarti mengabaikan data lainnya, melainkan menjadi salah satu metode pemeriksaan ketika seluruh data tidak praktis diperiksa dengan cara yang sama.

4. Membandingkan hasil

Hasil pengolahan kemudian dibandingkan dengan standar atau kondisi yang diharapkan.

Jika terdapat perbedaan, data atau proses tersebut perlu diperiksa kembali.

Validasi Bukan Berarti Membenarkan

Ini merupakan salah satu hal yang sering disalahpahami ketika istilah validasi digunakan dalam hubungan sosial.

Memvalidasi perasaan seseorang bukan berarti membenarkan semua tindakan atau pendapatnya.

Misalnya, seseorang berkata:

Aku marah karena diperlakukan tidak adil.

Kita dapat menjawab:

Aku bisa memahami kenapa kamu marah setelah mengalami kejadian itu.

Kalimat tersebut mengakui emosinya. Namun, pengakuan tersebut tidak otomatis berarti semua tindakan yang dilakukan karena kemarahan itu dapat dibenarkan.

Prinsip yang sama berlaku dalam konteks data. Data yang lolos pemeriksaan tertentu berarti data tersebut memenuhi kriteria validasi yang digunakan. Itu tidak berarti data tersebut otomatis benar untuk semua kebutuhan atau bebas dari seluruh kemungkinan masalah.

Karena itu, validitas selalu perlu dipahami berdasarkan konteks, kriteria, dan tujuan pemeriksaannya.

Contoh Validasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh sederhana.

Contoh validasi di media sosial

Seseorang membagikan pencapaiannya dan menerima komentar positif dari orang lain. Pengakuan tersebut dapat menjadi bentuk validasi sosial.

Namun, mendapatkan banyak respons positif tidak selalu berarti seseorang harus menggantungkan seluruh rasa percaya dirinya pada penilaian orang lain.

Contoh validasi dalam hubungan

Seorang teman bercerita bahwa ia sedih karena gagal mengikuti seleksi pekerjaan.

Respons:

“Aku tahu kamu sudah berusaha keras. Wajar kalau sekarang kamu kecewa.”

merupakan bentuk validasi emosional.

Sebaliknya, langsung mengatakan “Sudahlah, jangan dipikirkan” dapat membuat orang tersebut merasa emosinya diabaikan.

Contoh validasi pada aplikasi

Ketika seseorang mengisi formulir dan sistem menampilkan pesan “format email tidak valid”, sistem sedang melakukan pemeriksaan terhadap input.

Pengguna kemudian diminta memperbaiki alamat email sebelum dapat melanjutkan.

Contoh validasi dalam pekerjaan

Seorang staf keuangan memeriksa kembali angka dalam laporan sebelum diberikan kepada atasannya.

Pemeriksaan tersebut membantu memastikan tidak ada kesalahan angka yang dapat memengaruhi keputusan berikutnya.

Apa yang Terjadi Jika Validasi Diabaikan?

Dampaknya bergantung pada konteks.

Dalam pengelolaan data, tidak adanya validasi dapat menyebabkan data ganda, format yang salah, informasi tidak lengkap, hingga kesalahan dalam analisis.

Dalam dunia kerja, kesalahan tersebut dapat berlanjut menjadi laporan yang tidak akurat atau keputusan operasional yang keliru.

Sementara dalam hubungan sosial, kurangnya validasi dapat membuat seseorang merasa tidak didengar. Jika berlangsung terus-menerus, komunikasi dapat menjadi lebih sulit karena orang merasa pengalaman mereka selalu diabaikan.

Dengan kata lain, validasi berfungsi sebagai filter sebelum sesuatu diterima, diproses, atau direspons lebih lanjut.

Kesalahan Umum dalam Memahami Validasi

Ada beberapa anggapan yang perlu diluruskan.

Pertama, validasi bukan berarti selalu setuju. Seseorang dapat memahami perasaan orang lain tanpa menyetujui tindakannya.

Kedua, validasi tidak hanya berkaitan dengan perasaan. Data, sistem, penelitian, dan proses kerja juga membutuhkan validasi.

Ketiga, data yang sudah masuk ke sistem belum tentu valid. Data tetap harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

Keempat, validasi dan verifikasi bukan istilah yang sepenuhnya sama. Keduanya dapat digunakan bersama, tetapi memiliki fokus pemeriksaan yang berbeda.

Kesimpulan

Validasi adalah proses memastikan atau mengakui sesuatu sesuai dengan kriteria dan konteksnya. Istilah ini dapat digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari penelitian, database, teknologi, dan pekerjaan hingga hubungan sosial.

Pada data, validasi membantu memastikan informasi akurat, lengkap, konsisten, dan sesuai format. Sementara dalam hubungan, validasi berarti mengakui pengalaman atau perasaan seseorang tanpa harus membenarkan seluruh tindakan maupun pendapatnya.

Jadi, ketika mendengar seseorang bertanya “apa itu validasi?”, jawabannya tidak berhenti pada “pengesahan” atau “pengujian”. Validasi pada dasarnya adalah cara untuk memastikan sesuatu layak diterima atau mengakui pengalaman seseorang berdasarkan konteks yang tepat.

Memahami perbedaan konteks tersebut membuat kita tidak hanya lebih tepat menggunakan istilah validasi, tetapi juga lebih cermat ketika memeriksa informasi dan berkomunikasi dengan orang lain.

Baca Juga: Kalau Dia Sering Menghubungimu di Malam Hari, Apa Artinya?

Baca Juga: Apa Arti Gonggongan Anjing Menurut Studi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

FAQ

Apa itu validasi secara sederhana?

Validasi adalah proses memastikan sesuatu benar, sah, akurat, sesuai kriteria, atau dapat diterima berdasarkan konteks tertentu. Dalam data, validasi digunakan untuk memeriksa kualitas informasi, sedangkan dalam hubungan sosial validasi dapat berarti mengakui dan memahami perasaan seseorang.

Apa arti validasi dalam hubungan?

Validasi dalam hubungan berarti menunjukkan bahwa perasaan atau pengalaman seseorang didengar dan dipahami. Validasi tidak sama dengan selalu menyetujui pendapat atau tindakan orang tersebut. Seseorang dapat mengakui bahwa pasangannya kecewa atau marah tanpa menganggap semua tindakannya benar.

Apa contoh validasi dalam kehidupan sehari-hari?

Contoh validasi dapat ditemukan dalam berbagai situasi. Dalam hubungan, mengatakan “Wajar kalau kamu kecewa” dapat menjadi validasi emosi. Dalam teknologi, sistem yang memeriksa format email sebelum menerima data juga merupakan contoh validasi.

Apa perbedaan validasi dan verifikasi?

Validasi berfokus pada memastikan sesuatu memenuhi kriteria, tujuan, atau kondisi yang diperlukan, sedangkan verifikasi lebih berkaitan dengan pemeriksaan kesesuaian terhadap prosedur, spesifikasi, atau persyaratan. Keduanya sama-sama merupakan proses pemeriksaan, tetapi fokusnya dapat berbeda.

Apa saja jenis validasi data?

Beberapa jenis validasi data antara lain data type check, code check, range check, format check, consistency check, dan uniqueness check. Masing-masing digunakan untuk memeriksa aspek berbeda, mulai dari tipe data hingga rentang nilai dan kemungkinan adanya data ganda.

Mengapa validasi penting?

Validasi penting karena membantu menemukan kesalahan sebelum informasi digunakan lebih lanjut. Dalam data, proses ini dapat meningkatkan akurasi dan mengurangi kesalahan. Dalam komunikasi, validasi membantu seseorang merasa didengar dan dipahami sehingga dapat mendukung hubungan yang lebih sehat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.