Haus Validasi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Banyak orang merasa perlu mendapatkan pengakuan atau persetujuan dari orang lain untuk merasa yakin dengan dirinya sendiri.
Kebutuhan akan validasi ini sebenarnya wajar, karena manusia adalah makhluk sosial.
Namun, jika berlebihan, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi cara berpikir, mengambil keputusan, hingga menurunkan kepercayaan diri.
Apa Itu Mencari Validasi?
Mencari validasi adalah dorongan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain agar merasa benar, berharga, atau layak. Dalam batas tertentu, hal ini normal.
Namun, ketika seseorang terlalu bergantung pada penilaian eksternal, ia bisa kehilangan kemampuan untuk menilai dirinya sendiri secara objektif.
Mengapa Seseorang Terus Mencari Validasi?
Kebiasaan ini umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
1. Pola Asuh Sejak Kecil
Lingkungan keluarga sangat berpengaruh. Anak yang tumbuh dengan kritik berlebihan atau minim apresiasi cenderung merasa tidak cukup baik.
Saat dewasa, mereka mencari pengakuan dari luar untuk menutupi perasaan tersebut.
2. Rendahnya Rasa Percaya Diri
Orang dengan kepercayaan diri rendah sering meragukan keputusan sendiri.
Akibatnya, mereka bergantung pada persetujuan orang lain untuk merasa aman, meskipun hanya bersifat sementara.
Baca Juga: Hari Pertama Kerja, Sekda Edward Pantau ASN dan Pastikan Layanan di Sumsel Tetap Prima
3. Kebutuhan Diterima Secara Sosial
Secara biologis, otak manusia merespons penerimaan sosial dengan melepaskan hormon seperti dopamin yang memicu rasa senang.
Hal ini membuat seseorang ingin terus mendapatkan pengakuan dari lingkungan.
4. Pengalaman Buruk di Masa Lalu
Trauma seperti penolakan, perundungan, atau rasa dipermalukan dapat membuat seseorang lebih berhati-hati.
Mereka cenderung mencari validasi untuk menghindari rasa sakit yang sama.
5. Pengaruh Media Sosial
Platform seperti Instagram dan lainnya memperkuat kebutuhan validasi.
Jumlah like, komentar, dan followers sering dijadikan ukuran nilai diri, sehingga seseorang mudah merasa kurang jika tidak mendapat respons sesuai harapan.
6. Ketergantungan pada Penilaian Eksternal
Sebagian orang tanpa sadar mengaitkan harga diri dengan pendapat orang lain.
Mereka merasa harus selalu terlihat sempurna agar diterima, sehingga validasi menjadi kebutuhan emosional yang terus dicari.
Cara Mengurangi Ketergantungan pada Validasi
Untuk membangun kepercayaan diri yang lebih sehat, beberapa langkah berikut bisa dilakukan:
Latih self-compassion: Terima diri sendiri, termasuk kekurangan yang dimiliki.
Kenali nilai diri: Buat keputusan berdasarkan prinsip pribadi, bukan opini orang lain.
Lakukan refleksi diri: Tanyakan alasan di balik setiap tindakan.
Batasi penggunaan media sosial: Kurangi paparan yang memicu perbandingan sosial.
Kesimpulan
Kebutuhan akan validasi adalah hal yang manusiawi, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya sumber rasa percaya diri.
Baca Juga: Sejarah Pilkada Langsung di Indonesia: Dari DPRD ke Suara Rakyat
Memahami penyebabnya dan mulai membangun nilai diri dari dalam merupakan langkah penting untuk hidup lebih tenang, mandiri, dan autentik.
Laporan: Vidhia Ramadhanti/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










