LPEI Ungkap Alasan Para Pelaku UMKM Masih Belum Berencana Lakukan Ekspor!

AKURAT.CO, Direktur Pelaksana Bidang Keuangan & Operasional LPEI Agus Windiarto mengungkapkan mayoritas para pelaku UMKM masih belum berencana melakukan ekspor.
“Permodalan menjadi tantangan utama yang dihadapi ileh sebagian besar UMKM Indonesia saat hendak melakukan ekspor produknya berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh UNDP terhadap UMKM Indonesia dengan mayoritas responden berupa usaha mikro yaitu 98,3 persen,” tuturnya dalam webinar Akurat.co bertema UMKM Goes To Global Market didukung oleh Bank BNI, PT Jamkrindo dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)", Rabu (20/7/2022).
Tak hanya itu, Agus melanjutkan bahwa kendala ekspor UMKM Indonesia yaitu pada kuantitas, kualitas, kontinuitas dan konektivitas.
“Kendala konektivitas ini kendala yang berkaitan dengan pengembangan jejaring digital, terutama dalam rangka memasarkan produk hingga memperluas akses ke pembeli atau pasar,” terangnya.
Sementara itu, tercatat ada 5 komoditas unggulan di Indonesia saat ini yakni batu bara, CPO, besi dan baja, pakaian jadi dan kertas dan produk kertas. Para UMKM pun menghadapi tekanan yang luar biasa di masa pandemi Covid-19. Mulai dari adanya penurunan permintaan pasar, kemudian pemberlakukan kegiatan pembatasan di masa pandemi, adanya peningkatan biaya pembelian bahan baku dan proses distribusi yang terhambat.
“Akibatnya secara umum ini berdasarkan data yang ada faktor modal, sertifikasi produk, distribusi, informasi, bahan baku, produksi, kualitas dan lainnya itu menjadi hal-hal yang menjadi tantangan para pelaku UMKM,” ucapnya.
Adapun sesuai mandat dari Kementerian Keuangan, LPEI diminta mendorong pertumbuhan ekspor dengan penyediaan pembiayaan jaminan asuransi dan jasa konsultasi.
Sekadar informasi, sebelumnya produk udang dan olahannya asal Jawa Timur, Indonesia berpotensi besar memenuhi kebutuhan pasar global. Berdasarkan data dari International Trade Center (dalam tademap.org), nilai ekspor Perikanan (HS 03 dan 1603-1605) Dunia di pasar global pada tahun 2021 mencapai USD164,24 miliar (naik 15,34 persen yoy).
Selama lima tahun terakhir (2017-2021) ekspor perikanan dunia secara rata-rata meningkat 3,23 persen per tahun. Secara spesifik untuk produk udang dan olahannya (HS 0306 dan 1605), pada tahun 2021 mencapai USD48,36 miliar (meningkat 26,27 persen yoy pada 2021).[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal


