Dorong UMKM Tembus Pasar Global, Wamen Helvi Tekankan Transformasi Ekosistem Digital

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan pentingnya transformasi ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendukung daya tahan ekonomi nasional.
Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, menyatakan bahwa penguatan kelembagaan serta integrasi UMKM ke dalam rantai pasok nasional dan global menjadi kunci keberhasilan.
"UMKM harus masuk dalam rantai pasok industri nasional dan global. Kita perlu memperkuat link and match antara UMKM dengan sektor swasta, BUMN, hingga platform digital," ujar Helvi saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional IKA FEB Universitas Andalas.
Menurut Helvi, langkah strategis ini tidak dapat dilakukan tanpa digitalisasi dan standardisasi yang komprehensif. Pemerintah mendorong pelaku UMKM untuk memperoleh sertifikasi usaha, meningkatkan kualitas produk melalui standardisasi, dan bergabung dalam ekosistem digital sebagai bagian dari strategi transformasi nasional.
Baca Juga: Tak Hanya Perusahaan Besar, UMKM Juga Butuh Perlindungan dari Aksi Premanisme Berkedok Ormas
Transformasi ini dinilai mendesak di tengah ketidakpastian global. Saat pandemi COVID-19, UMKM terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Mengutip dari hasil data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian UMKM menunjukkan terdapat lebih dari 30,1 juta unit UMKM yang aktif, dengan komposisi 99,71% usaha mikro, 0,24% usaha kecil, dan 0,05% usaha menengah.
"Penguatan ekosistem digital bukan sekadar tren, tetapi menjadi kebutuhan strategis agar UMKM dapat bertahan dan tumbuh dalam lanskap ekonomi yang makin kompetitif," ucap Helvi.
Baca Juga: Lewat Program BISA Ekspor, UMKM RI Sasar Pasar Nigeria
Lebih lanjut Helvi menegaskan, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter juga harus diarahkan untuk mempercepat inklusi keuangan serta memperluas pasar bagi produk UMKM, baik di dalam negeri maupun global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





