SimpleBasicMe Tembus Pasar Regional, Usung Konsep One Stop Muslimwear

AKURAT.CO Di tengah ketatnya persaingan industri busana muslim, SimpleBasicMe justru berhasil mencuri perhatian pasar dengan pendekatan unik: menjadi pusat layanan terpadu (one stop solution) untuk kebutuhan busana muslim, dari jahitan hingga printing kain.
Didirikan pada 2005 oleh Eric Suhendy, SimpleBasicMe lahir dari pengalaman personal dan perjalanan tak lazim sang pendiri.
Sepulang menempuh pendidikan teknik di Singapura, Eric justru memilih membangun bisnis fashion muslim di Indonesia.
“Awalnya bantu keluarga berdagang retail. Dari situ belajar pelan-pelan sampai akhirnya buka toko sendiri dan terus berkembang,” ujar Eric, Kamis (10/7/2025).
Kini, setelah hampir dua dekade, SimpleBasicMe bukan sekadar toko pakaian, melainkan produsen busana muslim yang mampu menjangkau pasar regional seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura.
Yang membuat SimpleBasicMe berbeda dari kompetitor adalah fleksibilitas dan ketangguhannya sebagai mitra produksi.
Selain menjual produk jadi, brand ini juga dipercaya oleh berbagai label fashion muslim untuk memproduksi secara massal dan kustom.
“Kami bisa kerjakan sesuai permintaan. Banyak brand yang produksi dari nol di sini, mulai dari bahan, pola, bordir, sampai jadi,” kata Eric.
Bahan baku mereka pun diproduksi sendiri bekerja sama langsung dengan pabrik tekstil.
Baca Juga: Level Up, Jakpus!: Gebrakan HIPMI Jakarta Pusat Dorong UMKM Naik Kelas
Jenis bahan yang digunakan mencakup katun woven premium hingga berbagai varian kaos berkualitas tinggi, yang disesuaikan dengan segmen pasar masing-masing klien.
Meski kini produknya rutin diekspor ke negara tetangga, Eric tak menampik bahwa perjalanannya penuh tantangan.
Ia pernah mengalami kelangkaan bahan baku dari pabrik mitra, bahkan pernah ditipu orang kepercayaan hingga merugi secara finansial.
“Pernah juga butuh bahan sampai 100 ribu yard tapi pabrik baru bisa kasih separuhnya. Jadi kita harus pintar atur produksi dan jadwal klien,” ungkapnya.
Saat ini, SimpleBasicMe mempekerjakan sekitar 40 staf, termasuk desainer, pembuat pola, dan tenaga produksi.
Mereka mengelola dua toko fisik serta berbagai kanal daring, dari media sosial hingga e-commerce.
Dengan filosofi bisnis yang adaptif dan inovatif, SimpleBasicMe membuktikan bahwa brand lokal bisa berdaya saing tinggi di panggung internasional.
“Yang penting jangan kehilangan arah. Kita terus upgrade layanan dan jaringan agar tetap relevan untuk pasar muslim modern,” ujar Eric.
Baca Juga: Pengadilan HAM Eropa Putuskan Mahkamah Agung Swiss Langgar Hak Legal Caster Semenya
Seiring dengan terus berkembangnya industri fashion muslim global, SimpleBasicMe bersiap memperkuat posisinya—bukan hanya sebagai produsen lokal, tapi sebagai pemain regional yang konsisten tumbuh melalui kualitas, integritas, dan inovasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026




