Mocaf Jadi Senjata Baru Kurangi Impor Gandum Nasional

AKURAT.CO Pemerintah terus mendorong pengembangan produk Modified Cassava Flour (Mocaf) sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum.
Melalui dukungan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), produksi Mocaf dinilai mampu menjadi solusi nyata kemandirian pangan nasional.
Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, menegaskan bahwa Mocaf memiliki potensi besar sebagai bahan baku pengganti tepung gandum.
“Indonesia tidak memiliki kondisi agroekosistem yang cocok untuk menanam gandum. Karena itu, Mocaf menjadi pilihan strategis,” ujar Arif dalam kunjungan ke UD Usaha Mandiri, Banjarnegara.
Baca Juga: Asuransi Didorong Jadi Pilar Ketahanan UMKM di Tengah Krisis
Produk Mocaf dari Banjarnegara kini diproduksi sekitar 60–100 ton per bulan oleh enam pekerja tetap dan 24 pekerja paruh waktu. Tepung ini telah dipasarkan ke berbagai daerah dan bahkan menembus pasar ekspor ke Arab Saudi serta Dubai.
Kementerian UMKM menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok dan menyediakan skema pembiayaan agar kapasitas produksi bisa meningkat hingga tiga kali lipat.
“Intinya, kami ingin Mocaf menjadi bahan utama industri pangan nasional,” tambah Arif.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi singkong di Jawa Tengah mencapai 2,55 juta ton pada 2023, dengan Banjarnegara menjadi salah satu sentra terbesar.
Melimpahnya bahan baku lokal menjadi peluang bagi Mocaf untuk bersaing dengan produk tepung terigu impor.
Baca Juga: Komisi VII DPR Dukung Langkah Tegas Pemerintah Lindungi UMKM dari Oknum Bea Cukai
Pendamping UD Usaha Mandiri dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Santi Dwi Astuti, menuturkan bahwa Mocaf tidak hanya memiliki potensi ekonomi, tetapi juga keunggulan gizi.
“Produk ini bebas gluten, rendah gula, dan memiliki indeks glikemik rendah. Cocok untuk masyarakat dengan kebutuhan kesehatan khusus,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









