Akurat Logo

​Unjuk Gigi Pebisnis Muda, Ganesha Business Festival 2026 Sukses Gandeng 10 Ribu Pengunjung di Bandung

Nuzulul Karamah | 11 Juni 2026, 18:57 WIB
​Unjuk Gigi Pebisnis Muda, Ganesha Business Festival 2026 Sukses Gandeng 10 Ribu Pengunjung di Bandung
​Unjuk Gigi Pebisnis Muda, Ganesha Business Festival 2026 Sukses Gandeng 10 Ribu Pengunjung di Bandung. Cr: Istimewa

AKURAT.CO, Kreativitas mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) kembali memukau publik.

Lewat gelaran Ganesha Business Festival (GBF) 2026, ratusan pebisnis muda sukses unjuk gigi memamerkan inovasi terbaik mereka di Summarecon Mall Bandung pada Sabtu, 30 Mei 2026 lalu.

Baca Juga: Riset SMERU: 73 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Jadi Pebisnis

​Ajang pameran bisnis terbesar berskala mahasiswa ini menjadi penutup manis dari rangkaian panjang GBF 2026 yang sudah bergulir sejak Januari silam.

Tahun ini, GBF 2026 mengusung tema yang sangat relevan dengan dinamika zaman, yaitu “Human Edge: The Power Beyond Technology."

Melalui tema ini, para mahasiswa ingin membuktikan bahwa sekencang apapun modernisasi digital, sentuhan, kreativitas, dan empati manusia tetap menjadi nakhoda utama di balik lahirnya sebuah inovasi.

​Tidak kurang dari 50 booth kreatif memadati area pameran, di mana sekitar 40 di antaranya merupakan lini bisnis murni karya mahasiswa SBM ITB dari tingkat pertama hingga ketiga.

Beragam sektor industri kreatif dipamerkan secara interaktif, mulai dari kuliner (makanan dan minuman), fashion, aksesoris estetis, perangkat teknologi terbarukan, hingga sektor jasa.

​Bagi para mahasiswa, ruang kolaboratif ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan medan simulasi bisnis yang nyata.

Mereka ditantang keluar dari zona nyaman ruang kuliah untuk berinteraksi langsung dengan konsumen, membaca respons pasar, hingga menerima masukan berharga demi menyempurnakan produk mereka.

​Tak heran jika atmosfer pameran terasa begitu hidup karena pengunjung disuguhkan berbagai aktivitas interaktif di masing-masing booth.

​Tak cuma menyasar konsumen ritel, GBF 2026 juga memfasilitasi para pelaku startup mahasiswa untuk naik kelas lewat program Investor Hunt.

Di sini, para founder muda berkesempatan melakukan pitching langsung di hadapan para investor untuk mengamankan pendanaan dan membuka peluang kerja sama strategis.

​Sisi edukasi pun dikemas secara santai namun berbobot lewat rangkaian talkshow inspiratif.

GBF 2026 menghadirkan konten kreator populer Ahmad Dekatama yang akrab disapa Pasming Based, serta sesi edukasi finansial bersama Krom Bank untuk memperluas wawasan literasi keuangan para pengunjung.

Baca Juga: Siap Gelar Lagi Ajang Pebisnis Muda, AHM Usung Tema 'Creativepreneur Gen Milenial'

​Ada yang berbeda pada gelaran tahun ini.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Ganesha Business Festival, panggung hiburan dimeriahkan oleh penampilan guest star nasional.

Grup musik New Pusat Dunia (NPD) sukses menyedot perhatian dan membakar antusiasme penonton pada malam hari.

Kemeriahan tersebut kemudian ditutup dengan syahdu oleh penampilan Svara Virya, grup musik kebanggaan mahasiswa SBM ITB.

​Diketahui, festival yang berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB ini berhasil menyedot lebih dari 10.000 pengunjung.

Angka fantastis ini mengukuhkan posisi GBF 2026 sebagai pameran bisnis terbesar yang pernah diinisiasi oleh mahasiswa SBM ITB.

​Project Officer Ganesha Business Festival 2026, Naura Tsabita Wibowo, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian luar biasa ini.

​“GBF 2026 tahun ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan secara langsung bahwa teknologi bukanlah pengganti manusia, melainkan alat yang harus dipimpin oleh kreativitas, empati, dan pemikiran manusia itu sendiri. Melalui karya bisnis, riset, talkshow, dan berbagai performance yang ditampilkan, kami ingin menunjukkan bahwa human edge akan selalu relevan dan tetap menjadi kekuatan utama di era perkembangan teknologi saat ini,” ujar Naura Tsabita Wibowo.

​Melalui kesuksesan GBF 2026, acara ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai tugas akhir atau ajang pameran musiman, melainkan terus konsisten menjadi inkubator lahirnya sosiopreneur dan pebisnis muda baru yang siap membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia di masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.