Cerita Perantau Asal Semarang Jatuh Bangun Jadi Agen BRILink

AKURAT.CO Iis (25) merantau ke Ibu Kota sejak 2016 dari Purwodadi, Semarang untuk mengadu nasib. Malang melintang berganti-ganti pekerjaan, ia akhirnya memutuskan untuk berbisnis konter pulsa sejak beberapa tahun belakangan.
Terkini, ia menyewa kontrakan di Jalan Pertanian Raya, Grogol, Limo, Depok untuk usaha konternya, Fiona Cell sejak 2024 lalu. Di tahun 2025 atau setahunan, ia juga menjadi Agen BRILink.
“Saya merantau sejak 2016. Saya awalnya kan kerja, terus diajak suami saya, Sutiono (35) langsung dibawa ke sini,” kenang Iis.
Baca Juga: Tatang, Perantau Asal Kuningan Sukses Jadi Agen BRILink Jawara dari Awalnya Jualan Rokok Gerobakan
Sang suami sudah lebih dulu merantau di Ibu Kota karena kebetulan berkuliah di Ibu Kota. Hari-hari, suami bekerja. Sesampaikanya di kontrakan, suami melayani service elektronik mulai dari HP, komputer, kipas angin dan sebagainya.
Sementara Iis berjaga di konter dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya. Tak ada libur, terkecuali ada acara keluarga. Nama Fiona Cell sendiri terinspirasi dari putrinya yang masih berusia 4 tahunan.
“Buka BRILink sih awalnya karena saya pernah kerja di konter juga ikut orang. Coba-coba buka warung sendiri eh hasilnya enak, yasudah keterusan. Enggak gampang jadi agen, karena disurvei dulu dari BRI KCP Cinere, enggak semua orang bisa jadi agen. Kadang ada yang 1-3 tahun baru keterima jadi agen karena kan ada target volume transaksi tertentu yang harus dicapai terlebih dahulu,” cerita Iis.
Diakui, ia juga sempat jatuh bangun membangun warung atau konter pulsa. Di tahun 2023 ia sempat membuka konter di Pangkalan Jati, Depok. Namun setahun tak kunjung berbuah hasil, ia memutuskan pindah ke Pertanian tempatnya sekarang.
Meski biaya kontrakan (Rp1,25 juta), listrik (Rp450 ribu), IPL (Rp50 ribu) dan sebagainya total sekitar Rp2 juta per bulan, namun dengan transaksi yang jumlahnya lebih dari 50 kali setiap harinya sebagai Agen BRILink, ia bersama suami mampu terus menjalankan usahanya.
Fiona Cell buka dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB
“Pengalaman saya dulu pernah jatuh juga. Harus menyingkir dari tempat lama di Pangkalan Jari, ibaratanya belum rejekinya di sana setahun enggak ada kemajuan kan, makanya pindahlah ke sini. Jatuh bangun begitu. Dulu sampai toko pernah diapain orang. Di tempat sebelumnya kontrakan sama ruko belum nyatu seperti sekarang makanya kehujanan dan keanginan juga pernah,” cerita Iis.
Kini di Pertanian, usahanya sebagai Agen BRILink dan toko pulsa sudah membaik setahun terakhir. Apalagi setelah ia merapikan kios pulsa, dengan menambah lampu-lampu akrilik agar orang yang melintas semakin tertarik berkunjung.
“Ini tapi belum saya pasang neon box. Ini kan lokasinya belum termasuk jalan raya pas, pertikungan lah. Jadi kadang mungkin enggak kelihatan. Harapannya pelanggan nambah, transaksi nambah kalau bisa sehari 150-200 kali. Kami inginnya agar tambah ramai saja sih. Yang penting kami utamakan pelayanan yang ramah agar pelanggan juga betah dan balik lagi,” tukas Iis.
Diakui Iis saat ini transaksi terbanyak masih tarik tunai terutama untuk PKH (Program Keluarga Harapan) dan transfer.
“Sebelah kanan amper i agen LPG, itu dia seorang aja sehari kadang amper Rp6 juta sekali setor tunai, belum dikali berapa orang. Ada juga yang setor tunai Rp30 juta biasanya mandor buat gaji tukang. Kadang kan tukangnya pada minta ditransfer. Enaknya Agen BRILink kan dapat sharing fee based dari sana, fee dari luar juga,” cerita Iis.
Mudahkan TopUp DANA
Salah satu pelanggan Fiona Cell melakukan topup
Bagi Edi (22), keberadaan Agen BRILink Fiona Cell bukan sekadar tempat melakukan transaksi, tetapi sudah menjadi bagian dari rutinitas hariannya. Hampir setiap malam, selepas salat Isya dan ketika warung yang ia kelola mulai lengang, Edi menyempatkan diri datang untuk mengurus kebutuhan keuangan digitalnya (mengisi saldo aplikasi DANA).
Menurut Edi, kemudahan bukan satu-satunya alasan ia tetap menjadi pelanggan. Pengalaman saat bertransaksi di tempat lain justru membuatnya semakin menghargai pelayanan yang diterimanya di Fiona Cell.
Ia mengaku pernah mencoba datang ke konter maupun warung agen lain, tetapi beberapa kali merasa kurang nyaman karena respons yang dirasakannya cenderung dingin dan tidak ramah. Hal-hal kecil seperti cara melayani, menurutnya, ikut menentukan apakah seseorang akan kembali atau tidak.
Di Fiona Cell, suasananya berbeda. Edi merasa proses transaksi berjalan lebih santai dan tidak membuat sungkan untuk bertanya atau melakukan beberapa jenis layanan sekaligus. Ketika perlu menambah saldo DANA secara mendadak untuk kebutuhan pembayaran atau transaksi harian, ia tahu ada tempat yang bisa diandalkan tanpa harus pergi jauh atau menunggu lama.
Kehadiran Agen BRILink Fiona Cell pada akhirnya memberi dampak nyata bagi Edi. Di tengah semakin seringnya penggunaan dompet digital dalam keseharian, keberadaan agen seperti ini menjadi penghubung penting agar transaksi tetap bisa dilakukan dengan cepat tanpa mengganggu pekerjaan utamanya.
“Langganan di sini. Topup ke DANA begitu. Seringnya bada isya pas sudah senggang. Pernah ke konter lain tapi yang melayani kadang jutek, bikin enggak nyaman,” cerita Edi.
Inovasi Produk
Mesin EDC BRI generasi terbaru MPOS milik Fiona Cell
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai dengan semakin banyaknya Agen BRILink maupun agen lakupandai tidak resmi lainnya, pada akhirnya masyarakat diuntungkan karena kemudahan transaksi. Di satu sisi, sang agen juga mendapatkan keuntungan ekonomi berupa fee based sharing.
Terkait kian maraknya Agen BRILink dan agen sejenis baik yang resmi ataupun tak resmi di masyarakat, Nailu melihat hal tersebut akan terus terjadi dan sah-sah saja selama tidak ada barriers atau pmbatasan dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.
Namun masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati bertransaksi di agen yang tidak resmi karena saat terjadi sesuatu, masyarakat seharusnya sudah tahu risikonya bahwa hal itu tidak akan dicover oleh si agen tidak resmi karena sifatnya yang peer to peer.
“Yang enggak resmi kan sama saja kita minta tolong ke temen ‘eh ada uang Rp50 ribuan, ini saya transfer’ bedanya mereka menerapkan tarif atau fee. Ini bukan shadow economy karena trasaksinya tercatat di bank dan legal, yang enggak tercatat orangnya sebagai agen. Beda dengan agen resmi yang sudah dikurasi dan dijadikan perpanjangan tangan sehingga saat ada masalah bank ikut bertanggungjawab, agen tak resmi adalah transaksi pribadi di luar tanggungjawab bank. Masyarakat karena itu harus tahu konsekuensinya,” terang Nailul.
Nailul juga menyarankan agar bisnis keagenen Agen BRILink tetaop ramai, perlu dilihat oeluang transaksi atau produk baru seperti investasi misalnya. Saat ini tren investasi di tengah masyarakat kian meningkat, baik investasi saham, emas ataupun produk investasi lainnya.
“Investasi itu kan perlu juga pengetahuan dari individunya. Kalau mau, dari sisi Agen BRILink bisa mulai mengembangkan produk investasi yang tercatat dan legal, mengembangkan ke arah sana. Misal si Agen BRILink diberi pengetahuan terkait investasi tertentu, imbal hasil dan sebagainya, sehingga orang yang datang ke dia tak hanya transaksi pembayaran atau tarik setor tunai saja tapi juga melakukan transaksi berupa investasi,” saran Nailul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








