Pemerintah Gandeng Lazada, UMKM Perempuan Dapat Pelatihan Digital

AKURAT.CO Pemerintah menggandeng Lazada Indonesia untuk memperkuat kapasitas usaha mikro yang dijalankan perempuan.
Program ini menyasar sejumlah persoalan yang kerap dihadapi pelaku usaha mandiri, mulai dari pengelolaan keuangan, pemasaran digital, hingga akses terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kolaborasi tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, dan Lazada Indonesia melalui Program Sinergi Memperkuat Kapasitas dan Ekosistem Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Program ini diluncurkan di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (12/10/2026).
Baca Juga: Lazada Buka LazMall Luxury, Penjualan Produk Premium Naik 3 Kali Lipat
Penguatan usaha mandiri menjadi salah satu perhatian di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 yang tercantum dalam keterangan program, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 155,41 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 4,65% atau sekitar 7,2 juta orang.
Pada periode yang sama, sebanyak 59,30% pekerja Indonesia masih berada di sektor informal. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha mandiri agar pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan bisnisnya.
Plt. Deputi Koordinasi Bidang Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera mengatakan, pengembangan tenaga kerja mandiri tidak cukup hanya mengandalkan pelatihan keterampilan. Pelaku usaha juga membutuhkan dukungan ekosistem agar dapat meningkatkan produktivitas dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
“Penguatan kapasitas TKM tidak cukup dilakukan melalui pelatihan semata, tetapi perlu didukung ekosistem untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha, dan mendorong pelaku usaha secara bertahap naik kelas menuju sektor formal,” ujar Dida dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta diperlukan untuk membangun model pendampingan yang berkelanjutan, khususnya bagi perempuan agar semakin berdaya secara ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





