Andi Windo Laporkan Netflix Tayangkan Payudara Tanpa Sensor, Ternyata Film Ini!

AKURAT.CO, Pelanggan Netflix Andi Windo Wahidin bersama kuasanya melaporkan aplikasi berlangganan tersebut ke Kepolisian Resor Bekasi Kota pada Selasa, (21 Maret 2023). Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/837/III/2023/SPKT/Restro Bks Kota/Polda Metro Jaya.
Pelapor, Andi Windo mengapresiasi kinerja kepolisian. “Kami turut mendukung dan memberikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan penyidik kepolisian resor Bekasi Kota, kata Andi, (7/9/2023).
Tak hanya itu, Andi juga mendesak penanggung jawab penayangan Netflix di Indonesia pada 23 Agustus 2023 dan pada 12 September 2023, namun Andi menyayangkan ketidahadiran dari Direktur Kebijakan publik Netflix Asia Tenggara Ruben Hattari pada kedua panggilan tersebut.
Andi mengungkapkan bahwa aplikasi berlangganan Netflix telah menayangkan film-film yang mengandung pornografi dengan tidak melakukan sensor, padahal pihak Netfix menayangkan film tersebut di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia, sehingga harus taat dan patuh pada aturan perundang-undangan yang ada di Indonesia.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Netflix Terbaru September 2023, Dijamin Seru Dan Bagus
Netflix diduga telah dengan sengaja menayangkan konten-konten film yang mengandung pornografi seperti pada film “365 Days This Day” dan pada film "A Girl + A Guy" dan film-film lainnya.
Baca Juga: Jangan Ngeres Dulu, 5 Meme Kocak Film 365 Days Kreasi Warganet ini Bikin Susah Tahan Ketawa
Andi menilai, pihak Netflix sudah beberapa kali diperingatkan oleh Anggota DPR RI yang mengatakan banyaknya konten berbau pornografi di layanan TV berlangganan pada awal Februari 2023 lalu.
Diketahui Netflix di Indonesia hanya mengantungi izin PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik) lingkup Privat dari Kementerian Komunikasi dan Informatika masuk Ditjen Aplikasi Informatika (APTIKA).
Tayangan film-film Netflix yang tidak melalui proses sensor dianggap telah bertentangan dengan nilai-nilai budaya Indonesia yang luhur. Budaya permisif terhadap seks bebas, hubungan sesama jenis (LGBT) yang ditayangkan dapat memengaruhi jumlah kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang semakin meningkat dewasa ini.
Di DKI Jakarta, angka kekerasan pada 2016 berjumlah 1618 kasus kemudian pada tahun 2018 meningkat menjadi 1769 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






