Australia Terbuka: Singkirkan Yastremska, Zheng Qinwen 'Angkat China' ke Final Lawan Sabalenka

AKURAT.CO, Petenis asal China, Zheng Qinwen, mencatatkan sejarah dengan meraih final Australia Terbuka untuk kali pertama dalam kariernya. Sekaligus final grand slam pertama bagi petenis berusia 21 tahun tersebut.
Prestasi ini ditorehkan Zhang Qinwen dalam pertarungan sesama underdog menghadapi petenis muda asal Ukraina, Dayana Yastremska, pada pertarungan semifinal Australia Terbuka 2024.
Bertanding di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Australia, Kamis (25/1), Qinwen Zheng menang dua set langsung dengan skor 6-4 dan 6-4 untuk memastikan tiket puncak Australia Terbuka tahun ini.
Baca Juga: Australia Terbuka: Djokovic dan Gauff ke Semifinal, Sabalenka Kalahkan Krejcikova
Pada pertandingan berdurasi satu jam 42 menit itu, Zheng sempat tertinggal 2-3 di set pertama sebelum berbalik unggul pada kedudukan 5-3.
Yastremska sempat berusaha mengejar pada skor 4-5 namun forehand Zheng Qinwen gagal dikembalikan lawan dengan sempurna. Set pertama menjadi milik Zheng dengan skor 6-4.
Kisah yang sama terulang di set kedua di mana Zheng menyamakan kedudukan untuk membalikkan keadaan pada skor 5-3 sebelum menang dengan skor 6-4. Ia menutup laga dengan servis tanpa gugup dan melaju ke final.
Di partai final yang akan digelar di tempat yang sama pada Sabtu (27/1) nanti, Zheng akan menghadapi juara bertahan asal Belarusia, Aryna Sabalenka. Adapun Sabalenka melaju ke partai terakhir selepas mengalahkan wakil Amerika Serikat, Coco Gauff.
Pertarungan dengan Coco Gauff di semifinal Australia Terbuka kali ini merupakan ulangan final Australia Terbuka tahun lalu. Ketika itu Sabalenka harus mengakui keunggulan Gauff yang meraih grand slam pertama.
Sabalenka mengalahkan Gauff melalui pertandingan dua set langsung dengan skor akhir 7(7)-6(2) dan 6-4. Pertarungan membutuhkan waktu satu jam 42 menit.
Jika Sabalenka menang di final, maka gelar Australia Terbuka tahun ini akan menjadi yang kedua baginya. Sebaliknya, jika Zheng menang, ia akan meraih grand slam pertama sekaligus petenis China kedua yang melakukannya.
Li Na adalah petenis pertama China yang menjuarai grand slam di Prancis Terbuka 2011 dan menjuarai Australia Terbuka tiga tahun kemudian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








