AKURAT.CO, Eko Yuli Irawan mengamankan satu tiket Olimpiade Paris 2024 usai mengalahkan juniornya, Rico Sahputra, untuk angkatan snatch kelas 61 kilogram putra Piala Dunia Angkat Besi (IWF World Cup) 2024 di Phuket, Thailand, Selasa (2/4).
Pemilik empat medali Olimpiade itu mampu melakukan angkatan snatch seberat 133 kilogram. Sedangkan Rico gagal mencatatkan angkatan dalam tiga kali kesempatan (130 kilogram, 132 kilogram, dan 134 kilogram).
Eko Yuli Irawan mencatatkan angkatan tersebut pada kesempatan pertama, namun tidak melanjutkan angkatan kedua dan ketiga. Hal itu lantaran dia merasakan masih ada yang tidak nyaman dari cedera kaki kirinya yang belum pulih betul.
"Cedera kaki kiri memang sudah ditangani, tetapi karena padatnya event membuatnya masih terasa," kata Eko Yuli Irawan, saat dihubungi pada Selasa (2/4).
"Saya merasakan angkatan kurang sempurna akibat pengaruh cedera kaki kiri yang belum pulih benar. Dan, terlalu berisiko bagi saya untuk memberikan penampilan terbaik."
Karena sudah memastikan tiket Olimpiade 2024 Paris, Eko Yuli Irawan yang gagal melakukan angkatan clean and jerk 166 kilogram di kesempatan pertama. Ia tidak terlalu memaksakan untuk melanjutkan mencoba angkatan kedua dan ketiga.
"Begitu juga saat gagal melakukan angkatan pertama 166 kilogram untuk angkatan clean and jerk. Apalagi, saya sudah memastikan tiket kelas 61 kilogram di Olimpiade 2024 Paris," jelas Eko.
"Makanya, saya butuh recovery setelah habis tampil di Piala Dunia Angkat Besi 2024 (IWF World Cup), sehingga bisa menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia saat tampil di (Olimpiade 2024) Paris nanti."
Bukan cuma itu, pencapaian pria kelahiran Metro, Lampung, 24 Juli 1989, itu juga membuatnya mampu mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya lifter Indonesia yang tampil di lima Olimpiade.
Tidak sekedar tampil, Eko Yuli Irawan bahkan selalu berhasil membawa pulang medali dari setiap keikutsertaannya di empat Olimpiade sebelumnya (Beijing 2008, London 2012, Rio de Janeiro 2016, dan Tokyo 2020).
Eko Yuli tercatat menjadi atlet Indonesia kedelapan yang lolos ke Olimpiade Paris. Sebelumnya, Arif Dwi Pangestu, Diananda Choriunisa (panahan), Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rahmad Adi Mulyono (panjat tebing), Rifda Irfanaluthfi (senam artistik), Fathur Gustafian (menembak), dan Rio Waida (selancar) sudah lebih dulu lolos.