AKURAT.CO, Setelah hampir dua dekade menunggu, Indonesia akhirnya kembali mengirimkan salah satu atletnya untuk berkompetisi di cabang olahraga (cabor) balap sepeda olimpiade. Bertanding di disiplin track, dia adalah Bernard Benyamin van Aert.
Pembalap sepeda 26 tahun itu lolos Olimpiade Paris lewat kualifikasi negara untuk disiplin track nomor omnium putra melalui informasi resmi yang dikeluarkan Union Cycliste Internationale (UCI), Senin (22/4).
Berdasarkan aturan UCI, ada 22 negara yang bisa lolos ke Olimpiade Paris 2024 dari tiga nomor perlombaan pada disiplin track endurance.
"Alhamdulillah, setelah 20 tahun penantian panjang akhirnya Indonesia kembali meloloskan atlet balap sepeda dari disiplin track, nomor omnium di Olimpiade," kata Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, melalui keterangannya, Selasa (23/4).
"Semoga lolosnya Bernard ke Paris 2024 menjadi motivasi buat atlet dari cabor-cabor lain untuk mengikuti jejaknya. Perjuangan belum berakhir, harus tetap semangat dan tunjukkan hasil terbaik demi menjaga Indonesia Raya tetap bisa berkumandang dan Merah Putih tetap berkibar di Paris 2024."
Indonesia sebelumnya pernah meloloskan atlet balap sepeda dari disiplin track ke Olimpiade. Pada Olimpiade 2004 Athena, Santia Tri Kusuma yang turun di nomor point race putri berhasil mewakili Indonesia lolos ke Yunani.
Secara terpisah, Kepala Pelatih Timnas Balap Sepeda Indonesia, Dadang Haries Poernomo, tidak kaget dengan apa yang berhasil diraih anak asuhnya tersebut. Menurut Dadang, hasil ini layak didapatkan Bernard usai melewati perjalanan panjang mengejar poin Race to Paris.
"Timnas balap sepeda sudah menargetkan Bernard lolos. Alhamdulillah dengan perjuangan yang sangat berat dan panjang melawan gempuran teknologi dari tim negara-negara besar yang setiap tahun berkembang," ujar Dadang.
Di tahun 2023, poin kualifikasi diambil dari dua terbaik dari tiga series UCI Nations Cup yang digelar di Jakarta, Mesir, dan Kanada. Kala itu Bernard terhenti di kualifikasi sehingga tidak mendapatkan poin.
Di Kejuaraan Asia 2023, pebalap 26 tahun itu menempati peringkat kelima sehingga gagal mendapatkan poin. Kemudian di World Championship di Glasgow, ia finis di urutan ke-20.
Namun, posisi Bernard terdongkrak setelah mendapatkan poin yang cukup besar kala meraih medali perak di Kejuaraan Asian Track Championship di New Delhi, India.
"Ini yang bantu dongkrak poinnya. Lalu Bernard kembali tampil di UCI Track Nations Cup dan semuanya masuk final sehingga dapat poin. Di Adelaide finis ke-15, di Hongkong ke-17, dan kemarin terakhir di Kanada peringkat kesebelas dan alhamdulillah bisa lolos kualifikasi ke Olimpiade Paris 2024," jelas Dadang.
Menurut Dadang, di Olimpiade Paris 2024 untuk cabang balap sepeda disiplin track endurance ada tiga nomor yang diperlombakan, yaitu team pursuit, madison dan omnium.
Dari tiga nomor tersebut, terdapat sepuluh kuota negara yang lolos di team pursuit, 15 negara di nomor madison, dan 22 negara untuk nomor omnium. Lolosnya Bernard membuat Tim Indonesia sejauh ini secara resmi sudah meloloskan 12 atlet dari delapan cabang olahraga ke Olimpiade 2024 Paris.
Sejumlah cabor juga berpeluang menambah jumlah atlet Tim Indonesia ke Paris 2024, seperti bulutangkis, angkat besi, kano, dayung, atletik, renang, judo, panjat tebing, dan sepakbola yang sampai saat ini masih berjuang untuk meraih tiket ke Paris 2024.
Daftar Atlet Indonesia yang Lolos ke Olimpiade Paris 2024
1. Arif Dwi Pangestu (panahan)
2. Diananda Choirunisa (panahan)
3. Rifda Irfanaluthfi (senam)
4. Desak Made Rita Kusuma Dewi (panjat tebing)
5. Rahmad Adi Mulyono (panjat tebing)
6. Fathur Gustafian (menembak)
7. Rio Waida (selancar)
8. Eko Yuli Irawan (angkat besi)
9. Rizki Juniansyah (angkat besi)
10. Nurul Akmal (angkat besi)
11. La Memo (dayung)
12. Bernard van Aert (balap sepeda)