AKURAT.CO, Judoka putri Indonesia, Maryam March Maharani, memang belum mampu menyumbangkan medali bagi Merah Putih di ajang Olimpiade Paris 2024.
Namun, atlet yang karib disapa Rani itu bersyukur bisa diberi kesempatan untuk bertanding di pesta olahraga multievent empat tahunan terbesar di dunia tersebut.
Banyak pengalaman berharga dari Olimpiade Paris yang bisa dijadikan pelajaran bagi kariernya di masa mendatang. Apalagi Maryam March Maharani menghadapi judoka-judoka terbaik dari seluruh dunia.
"Walaupun belum bisa mendapat medali, saya bisa ada di sana dan melawan peraih medali emas tahun lalu dan bisa memberikan yang terbaik," kata Maryam March Maharani di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Selasa (30/07).
"Itu merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk saya. Banyak yang harus dievaluasi, terutama dari segi mental dan teknik, saya masih kurang pengalaman juga."
Turun di kelas -52 kilogram putri, Rani mengawali pertandingan di Olimpiade Paris dengan menyingkirkan wakil Mozambique, Jacira Ferreira, pada babak 32 besar dengan skor 10-0.
Mampu melangkah hingga babak 16 besar, Rani harus mengakui ketangguhan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 asal Kosovo, Distria Krasniqi.
Walau ditaklukkan judoka peringkat dua dunia, namun, berhasil lolos hingga babak 16 besar merupakan kebanggaan bagi dara berusia 24 tahun tersebut.
Terlebih Rani mampu menjawab 12 tahun kerinduan Tim Judo Indonesia untuk bisa kembali lolos ke Olimpiade.
"Kita semua harus mempunyai target lagi yang lebih besar, yang kita harapkan pasti akan terjadi, dan berjuang sekeras mungkin, serta latihan dengan maksimal," ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi perjuangan Tim Judo Indonesia di ajang Olimpiade Paris 2024, Maryam March Maharami disambut dengan pengalungan bunga di Area Kedatangan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (30/7).
Prosesi pengalungan bunga dilakukan oleh Komite Eksekutif NOC Indonesia, Jadi Rajagukguk, dan ditemani oleh asisten Deputi Olahragawan Andalan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Budi Arianto Muslim.