AKURAT.CO, Penampilan dan hasil yang didapatkan petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi, di sepanjang musim ini cukup jauh berbeda dengan musim 2023.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik ke depan, Aldila Sutjiadi dalam waktu dekat berharap bisa segera didampingi pelatih agar mendapatkan feedback dari laga yang sudah dijalaninya.
"Untuk di top level, pelatih sangat penting. Saya masih nyari pelatih yang bisa ngasih masukan strategi atau teknik di double. Tidak semua hal di lapangan bisa saya lihat, nah pelatih bisa ngasih feedback," kata Aldila Sutjiadi dalam sesi konferensi pers virtual, Selasa (27/8) malam.
"Targetnya kalau bisa di Asia Tour sudah mulai ada pelatih yang bantuin. Saya juga sudah nyari-nyari sempat ngontak beberapa. (Tapi) sampai saat ini belum ada kepastian."
Di musim lalu, Aldila yang turun sebagai pendatang baru di WTA World Tour mampu meraih tiga gelar juara. Yakni di ajang WTA 250, ASB Classic dan Tennis in the Land, bersama Miyu Kato, dan ATX Open bersama Erin Routliffe.
Bukan cuma itu, petenis yang karib disapa Dila itu juga mampu menembus babak semifinal WTA 1000 BNP Paribas Open (Indian Wells Open) bersama Miyu Kato sebelum dikalahkan Beatriz Haddad Maia/Laura Siegemund.
Saat berpasangan dengan Kato, Dila juga selalu konsisten menembus babak 16 besar dalam empat turnamen tenis tertinggi, grand Slam, di nomor ganda putri.
Sayang, di musim keduanya pada WTA Tour tahun ini, capaian Aldila agak sedikit menurun. Sejauh ini, Dila baru mengoleksi dua gelar, yaitu Hua Hin Championship (WTA 250) dan WTA 125 Paris Open.
Salah satu tantangan yang dihadapinya pada musim kedua WTA Tour kali ini adalah pemilihan pasangan. Lantaran semakin sedikit pilihan pasangan yang bisa dipilih jika peringkat pemain semakin tinggi.
"Saya main di top 50, jadi semakin sedikit pilihan pasangan," ujarnya.
Selain semakin sedikitnya pilihan pasangan, faktor permainan, ranking, chemistry, dan komunikasi dengan calon pasangan adalah satu hal yang jadi pertimbangan Aldila.
"Dari awal tahun ini saya main sama Miyu Kato, sempat (bermain sama) Asia Muhammad. Sekarang juga main dengan pasangan lain (Ena Shibahara). Tenis enggak kayak badminton, kalau tenis itu poin per-individu," katanya.