Akurat
Pemprov Sumsel

Perbasi Tindak Pelaku Bullying di Turnamen Basket Pelajar di Bogor dengan Hukuman Skorsing 2 Tahun

Leo Farhan | 23 Februari 2025, 23:45 WIB
Perbasi Tindak Pelaku Bullying di Turnamen Basket Pelajar di Bogor dengan Hukuman Skorsing 2 Tahun
 

AKURAT.CO, Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) menjatuhkan hukuman dua tahun skorsing terhadap pelaku bullying di turnamen antarpelajar di Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Hukuman skorsing dua tahun yang diberikan PP Perbasi lebih berat daripada rekomendasi sanksi berupa skorsing selama satu tahun yang diberikan Perbasi Kota Bogor.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP Perbasi, Budisatrio Djiwandono, sebelum laga terakhir Timnas Basket Putra Indonesia menghadapi Korea Selatan di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (23/2).
 
Baca Juga: Perbasi Tindak Tegas Insiden Bullying Pelajar Antara SMP 1 Kota Bogor vs SMP Mardi Waluya Cibinong

"Kami memutuskan untuk memberikan sanksi kepada Reynard Cedric Sudirja (pelaku bullying) dari SMP Mardi Waluya Cibinong, larangan bermain basket selama dua tahun dalam seluruh pertandingan di Indonesia," kata Budisatrio.

"Dua tahun kami larang, kami suspend untuk tidak bermain. Kami harap ini menjadi pembelajaran bagi semua, semoga saudara Reynard Cedric Sudirja dan keluarga bisa belajar dari insiden ini."

Keputusan tersebut diambil setelah Badan Legal, Etik, dan Disiplin DPP Perbasi melakukan pemeriksaan menyeluruh dan berkoordinasi dengan perangkat pertandingan di gim tersebut seperti wasit ataupun pengawas lapangan.
 
Baca Juga: KONI Resmi Lantik DPP Perbasi Masa Bakti 2024-2028, Langsung Bahas Rakernas

Setelah komunikasi mendalam, ternyata terbukti dan terlihat jelas dari video rekaman yang beredar viral itu memang terjadi ada unsur kesengajaan dan tindakan yang tidak terpuji dari Reynard Cedric Sudirja.

Budisatrio juga menjelaskan bahwa di kepemimpinannya kali ini DPP Perbasi berharap bisa menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi semua orang yang ingin bermain basket dan tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali.

Dia mengakui kemungkinan banyak kasus seperti ini yang mungkin tidak sampai ke meja DPP Perbasi. Oleh karenanya dia meminta agar masyarakat juga membantu menyuarakan dan mengkampanyekan olahraga basket tanpa kekerasan, tanpa bullying, tanpa intimidasi dan tanpa pelecehan untuk semua.

"Sekali lagi saya ingin tekankan, DPP Perbasi tidak akan memberikan ruang untuk kekerasan, bullying, dan pelecehan di dunia bola basket," kata Budisatrio.

"Boleh kita berkompetisi, kompetisi itu bagus. Tapi, kalau sudah kekerasan, sudah pukul memukul, sudah melecehkan, ini yang tidak bisa kami terima dan tidak akan kami tolerir."

Aksi pemukulan sendiri terjadi dalam turnamen bola basket antarpelajar di Bogor yang mempertemukan SMP 1 Kota Bogor melawan SMP Mardi Waluya Cibinong.

Saat itu, dari rekaman video yang viral di media sosial, salah satu pemain SMP 1 Kota Bogor yang menggenakan jersey putih bernomor punggung 52 mengalami pemukulan kepala oleh pemain SMP Mardi Waluya Cibinong yang mengenakan jersey abu-abu bernomor punggung 13.
 
 


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H