Akurat
Pemprov Sumsel

Menyusul Insiden Vuelta A Espana, Tim Balap Sepeda Bisa Boikot Balapan Jika Tim Israel Berpartisipasi

Badri | 16 September 2025, 16:09 WIB
Menyusul Insiden Vuelta A Espana, Tim Balap Sepeda Bisa Boikot Balapan Jika Tim Israel Berpartisipasi

AKURAT.CO, Tim balap sepeda kini bisa menolak untuk bertanding dalam perlombaan jika tim asal Israel, Israel-Premier Tech, turut dalam kejuaraan. Situasi ini menyusul demonstrasi pro-Palestina di Vuelta A Espana 2025.

Balapan Vuelta A Espana yang merupakan kejuaraan tahunan di Spanyol harus membubarkan etape terakhir karena demonstrasi penolakan terhadap tim Israel-Premier Tech, Minggu (14/9).

Sebagai dampaknya, tak ada pemenang di etape ke-21 sejauh 103,6 kilometer dari Valdeolmos-Alalpardo ke Madrid tersebut. Juga tidak ada selebrasi perayaan podium juara Vuelta A Espana tahun ini.

Baca Juga: Demo Pro-Palestina Hentikan Balap Sepeda Vuelta a España, Israel Kecam PM Spanyol Pedro Sanchez

“Disayangkan bahwa momen pengabadian direnggut dari kami dengan cara ini,” kata juara Vuelta A Espana, Jonas Vingegard, sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Saya benar-benar kesal karena ini. Semua orang berhak untuk protes, tetapi hanya jika tidak memengaruhi atau membahayakan balapan.”

Demonstrasi menentang Israel-Premier Tech di Vuelta A Espana terjadi beberapa kali. Namun puncaknya adalah etape terakhir karena melibatkan kerusuhan yang memaksa perhelatan dihentikan.

Demonstrasi ini dilakukan sehubungan dengan genosida yang dilakukan tentara Israel terhadap warga Palestina di Gaza dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga: Olimpiade Paris: Delegasi Palestina Tolak Jabat Tangan Wakil Israel selama Perhelatan

Demonstran menganggap Israel-Premier Tech merupakan tim yang digunakan oleh Israel untuk membersihkan citra mereka (sportswashing) dalam bencana kemanusiaan tersebut.

Pemilik Israel-Premier Tech, Sylvan Adams, menolak menarik timnya dari Vuelta A Espana meski situasi tegang terpapar di balapan. Sikap ini mendapatkan dukungan dari Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

“Mereka meminta kami keluar dari Vuelta, tetapi kami tidak akan menyerah pada teroris,” ucap Adams. “Saya bilang bahwa mereka salah dan kami punya hak untuk bertahan.”

Insiden di Vuelta A Espana diyakini akan berdampak pada perhelatan balap sepeda kategori tur di masa depan. Balapan tur sejatinya tak mempersoalkan adanya demonstrasi selama tak mengganggu jalannya perlombaan.

“Jika UCI (Federasi Balap Sepeda Internasional) dan lembaga-lembaga yang bertanggungjawab tidak bisa mengambil keputusan yang tepat sedini mungkin, maka dalam jangka panjang ini sangat buruk untuk balap sepeda di mana para pengunjukrasa bisa mendapatkan apa yang ingin mereka lakukan,” kata salah satu pembalap Ineos Grenadiers, Michal Kwiatkowski.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H