AKURAT.CO, Sorotan kembali mengarah pada padatnya kalender tenis profesional setelah sejumlah bintang dunia terpaksa mundur dari turnamen akibat cedera. Kritik keras muncul menyoal panjangnya musim yang dinilai membebani fisik atlet.
Nama terbaru yang angkat bicara adalah Carlos Alcaraz. Juara enam gelar Grand Slam sekaligus petenis nomor satu dunia itu memutuskan mundur dari Shanghai Masters 2025 karena alasan fisik.
"Jadwalnya sangat ketat. Mereka harus melakukan sesuatu tentang jadwal tersebut," kata Carlos.Alcaraz dikutip AFP.
Pada China Terbuka, awal pekan lalu, tercatat lima pemain tidak mampu menyelesaikan pertandingan.
Daniil Medvedev bahkan harus tampil pincang sebelum kalah 0-4 dan mundur di set penentuan melawan remaja Amerika Serikat, Learner Tien.
Di babak perempat final, Lorenzo Musetti juga terpaksa berhenti bermain lebih cepat karena cedera.
Sebelumnya, Iga Swiatek dan Coco Gauff juga menyoroti panjangnya musim tenis. Kritik keduanya muncul setelah meningkatnya jumlah pemain yang tumbang di lapangan.
Juara Amerika Serikat Terbuka 2025, Aryna Sabalenka, absen di Beijing akibat cedera ringan. Sementara Iga Swiatek bahkan menyebut bisa saja melewatkan turnamen wajib demi menjaga kondisi fisiknya.
"Ada banyak cedera. Saya pikir itu karena musimnya terlalu panjang dan terlalu intens," ujar Iga Swiatek.
Kebijakan WTA dan ATP Jadi Sorotan
WTA sejak 2024 mewajibkan petenis top tampil di empat Grand Slam, sepuluh turnamen WTA 1000, serta enam turnamen level 500. ATP juga memberlakukan aturan serupa bagi pemain putra.
Dalam pernyataannya, WTA menegaskan bahwa kesejahteraan atlet tetap menjadi prioritas, sekaligus menyebut format baru memberi kepastian dan tambahan kompensasi hingga USD400 juta (Rp6,66 triliun) dalam kurun sepuluh tahun ke depan.
Namun, banyak bintang menilai kebijakan itu justru memperberat jadwal. Gauff, juara bertahan China Terbuka yang kini duduk di peringkat tiga dunia, menyebut kalender saat ini tidak mungkin dijalani.
"Saya ingin melihat solusi agar musim lebih pendek," kata Coco Gauff.
Meski kritik semakin nyaring, tidak semua petenis mengeluhkan jadwal kompetisi. Zheng Qinwen, juara Olimpiade Paris 2024 yang absen di Beijing karena pemulihan operasi siku, menilai kalender padat bukan masalah.
"Saya tidak berpikir kalender ini terlalu berat bagi pemain profesional. Karena pemain terkuatlah yang bertahan, dan itulah aturan di kepala saya," ujar Zheng.