Shanghai Masters: Jannik Sinner Tumbang Karena Kram, Djokovic Buka Peluang Rebut Gelar Kelima
Leo Farhan | 6 Oktober 2025, 17:49 WIB

AKURAT.CO, Upaya Jannik Sinner mempertahankan gelar Shanghai Masters 2025 berakhir pahit. Petenis peringkat dua dunia itu terpaksa mundur di tengah pertandingan putaran ketiga melawan Tallon Griekspoor.
Bertanding di Qizhong Forest Sports City Arena, Minhang, China, Minggu (5/10), Jannik Sinner harus mundur akibat kram hebat di tengah cuaca lembab Shanghai.
Jannik Sinner sejatinya tampil kuat di awal laga dan merebut set pertama lewat tie-break dengan skor 7-6(3). Namun, performanya menurun drastis di set kedua setelah kesulitan bergerak.
Griekspoor membalikkan keadaan dengan skor 7-5 lalu unggul 3-2 di set penentuan sebelum Sinner akhirnya memutuskan mundur setelah bertarung lebih dari dua setengah jam.
Ini adalah kemenangan pertama petenis asal Belanda itu setelah sebelumnya kalah dalam enam pertemuan terakhir melawan Sinner.
"Bukan seperti ini saya ingin menang. Kondisinya benar-benar brutal di Shanghai sepanjang pekan ini," ujar Griekspoor dikutip CNA.
"Kami memang beruntung bermain malam hari tanpa terik matahari, tapi dua jam lebih di lapangan dengan kelembaban tinggi tetap sangat berat. Saya turut prihatin dan berharap ia segera pulih."
Baca Juga: AS Terbuka: Rebut Gelar di New York, Carlos Alcaraz Sukses Kudeta Sinner dari Puncak Dunia
Sinner sempat berusaha menahan rasa sakit dengan mengompres leher menggunakan handuk es di setiap pergantian sisi. Namun pada set ketiga, ia mulai terpincang dan harus mendapat perawatan fisioterapis sebelum akhirnya mundur.
Novak Djokovic Siap Manfaatkan Peluang
Cedera Sinner dan absennya petenis nomor satu dunia, Carlos Alcaraz, akibat cedera pergelangan kaki membuka peluang besar bagi Novak Djokovic untuk memburu gelar kelimanya di Shanghai.
Unggulan keempat asal Serbia itu lolos ke babak 16 besar setelah menyingkirkan petenis Jerman, Yannick Hanfmann, lewat laga ketat berdurasi dua jam 45 menit dengan skor akhir 4-6, 7-5, dan 6-3.
"Semua pemain menghadapi kondisi yang sama, tapi ini memang brutal," ucap Djokovic.
"Kelembaban di atas 80 persen setiap hari membuat tubuh cepat terkuras, terutama bagi mereka yang bermain di siang hari. Secara biologis ini tantangan besar, tapi saya harus bertahan. Yannick bermain luar biasa sejak awal."
Dengan tersingkirnya dua unggulan teratas, Djokovic kini menjadi favorit utama untuk menambah koleksi gelar Shanghai Masters menjadi lima-rekor tertinggi sepanjang sejarah turnamen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









