Erick Thohir Puji Keputusan Pencoretan Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik
Leo Farhan | 10 Oktober 2025, 15:44 WIB

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menilai keputusan menolak kehadiran delegasi Israel untuk tampil di Kejuaraan Dunia Senam Artistik Jakarta 2025, sebagai cerminan komitmen semua pihak dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kehormatan Indonesia sebagai tuan rumah.
Komite Olimpiade Nasional (NOC) Indonesia, Federasi Gimnastik Indonesia, dan Federation Internationale de Gymnastique (FIG) telah memastikan delegasi Israel tidak akan berpartisipasi dalam 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025 yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, pada 19–25 Oktober mendatang.
Erick menegaskan, Pemerintah Indonesia melalui Kemenpora bersikap tegas menolak kehadiran maupun keikutsertaan atlet Israel di ajang tersebut. Sikap ini sejalan dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia dan arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
"Kami mengapresiasi Langkah NOC Indonesia, PB Persani, dan FIG dalam mengambil keputusan yang tepat agar Kejuaraan Dunia Gymnastics dapat berjalan aman dan tertib," kata Erick Thohir, Jumat (10/10).
"Sikap ini konsisten dengan arahan Bapak Presiden yang disampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk pidatonya di Sidang Umum PBB yang mengecam keras kekejaman dan kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza."
Terlebih, Menpora Erick mengatakan bahwa Indonesia sendiri juga tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan akan tetap berpegang teguh pada prinsip tersebut.
"Pemerintah tidak akan melakukan kontak atau hubungan apapun dengan pihak Israel sampai Israel mengakui keberadaan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat," ujarnya.
Meski bersikap tegas terhadap isu politik luar negeri, Pemerintah tetap menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan keberhasilan penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Senam 2025 di Jakarta.
Erick menegaskan, dukungan penuh diberikan agar ajang internasional tersebut berjalan aman, sukses, dan menjadi tonggak sejarah baru bagi olahraha gimnastik di Indonesia.
"Kejuaraan ini bukan hanya mempertemukan para pesenam terbaik dunia, tetapi juga menandai sejarah penting karena Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang dipercaya menjadi tuan rumah ajang ini," jelas Erick.
Erick juga menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah dan Presiden terus berupaya menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat olahraga dunia melalui berbagai program pembangunan dan pembinaan prestasi. Namun, prinsip dan kebijakan negara tetap menjadi landasan utama dalam setiap langkah yang diambil.
"Jangan pernah meragukan komitmen Pemerintah dan Bapak Presiden dalam membangun olahraga Indonesia. Tetapi ada prinsip dan konstitusi yang harus kami jaga dengan teguh," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








