Indonesia Turunkan Kekuatan Penuh di Kejuaraan Anggar Kadet & Junior Asia 2026, Intip Targetnya!

AKURAT.CO, Indonesia siap menghentak panggung anggar internasional dengan menjadi tuan rumah Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026.
Menghadapi gelaran bergengsi di JCC Senayan, Jakarta, pada 20-27 Februari 2026, Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) memastikan bakal menurunkan kekuatan penuh.
Ketua Umum PB IKASI, Amir Yanto, menegaskan bahwa status Indonesia sebagai tuan rumah akan dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan mengisi seluruh kuota yang tersedia.
Baca Juga: Solo Jadi Magnet Dunia, 17 Negara Ambil Bagian di Piala Dunia Para Anggar 2025
"Indonesia menurunkan kuota maksimal 24 atlet untuk kategori kadet dan 24 atlet di junior. Mereka akan tampil di semua nomor, baik floret, degen, maupun sabel, untuk kategori individu dan beregu putra-putri," kata Amir Yanto di JCC Senayan, Kamis (19/2).
Turnamen bergengsi ini diikuti oleh 801 atlet dari 26 negara di kawasan Asia dan Oseania. Meski menyadari persaingan bakal sengit, terutama dari negara-negara kuat seperti China, Jepang, dan Korea Selatan, Indonesia tetap mematok target optimistis namun terukur.
"Kita harus realistis, mereka memang masih mendominasi. Namun, target kita adalah menembus tiga besar. Ini langkah pembelajaran penting agar kita bisa lebih maju lagi," tambah pria yang pernah menjabat sebagai JAM Intel Kejaksaan Agung RI tersebut.
Persiapan skuad Merah Putih pun tidak main-main. Para atlet yang bertanding merupakan hasil seleksi nasional (Seleknas) ketat di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara.
Selain atlet lokal, PB IKASI juga memanggil talenta Indonesia yang selama ini berlatih di luar negeri, termasuk dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Setelah Kejuaraan Anggar Asia, Menpora Minta Ikasi Punya Program Menuju Olimpiade
Bukan sekadar ajang rutin, kejuaraan ini merupakan fase krusial karena menjadi bagian dari kualifikasi menuju Youth Olympic (Olimpiade Junior) 2026 di Dakar, Senegal. Amir berpesan agar para atlet menjaga mentalitas dan tidak merasa rendah diri menghadapi lawan-lawan tangguh.
"Kepercayaan sebagai tuan rumah harus menjadi motivasi ekstra. Mental harus kuat, jangan minder," tegasnya.
Salah satu andalan Indonesia di sektor putri, Jessyca Emilia, mengaku sudah sangat siap tempur di nomor Epee (Degen). Meski baru tiba di lokasi, ia langsung tancap gas melakukan sparring dengan atlet dari negara lain.
"Persiapan sangat baik. Tadi kami sudah sempat sparring dengan atlet dari Taiwan, India, hingga UAE. Ini penting untuk mengukur kemampuan sebelum hari pertandingan," kata Emilia.
Emilia mengakui bahwa tantangan fisik kali ini cukup berat karena bertepatan dengan ibadah puasa, namun hal tersebut tidak menyurutkan ambisinya untuk menyumbang medali.
"Targetnya semoga bisa bawa medali, apa pun itu warnanya. Kami fokus pada endurance dan teknik untuk imbangi level Jepang atau Korea yang sangat tinggi," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








