Akurat
Pemprov Sumsel

Kasusnya Sempat Mentok di Internal Federasi, Viona Amalia: Jangan Pernah Tukar Prestasi dengan Harga Diri

Dian Eko Prasetio | 17 Maret 2026, 14:51 WIB
Kasusnya Sempat Mentok di Internal Federasi, Viona Amalia: Jangan Pernah Tukar Prestasi dengan Harga Diri
Atlet kickboxing Jawa Timur, Viona Amalia Adinda Putri (tengah), saat bertemu dengan Menpora Erick Thohir di Kemenpora, Jakarta, 13 Maret 2026. BOLA.COM

AKURAT.CO - Atlet kickboxing nasional, Viona Amalia Adinda Putri, memutuskan untuk mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dialaminya.

Langkah berani ini ia ambil untuk memastikan tidak ada lagi atlet yang harus mengalami nasib serupa di lingkungan olahraga nasional.

Viona Amalia Adinda mengakui keputusan untuk berbicara seperti ini merupakan hal yang cukup berat.

Rasa malu dan ketakutan sempat membayangi langkahnya sebelum akhirnya ia membulatkan tekad demi sebuah keadilan.

Sebelum melangkah ke meja hijau, Viona Amalia sebenarnya telah berupaya menempuh jalur prosedural melalui internal federasi. Namun, ia merasa payung perlindungan yang diharapkan tak kunjung menaungi dirinya.

"Saya sudah buat pengaduan bersurat ke PP KBI, lalu saya juga terus melakukan follow-up lewat WhatsApp dan telepon sampai akhirnya dibentuk tim kode etik," kata Viona, Senin (16/3).

Sayangnya, proses tersebut dinilai tidak membuahkan penyelesaian yang konkret.

Merasa suaranya tersumbat di internal, Viona pun sempat mengadu ke KONI daerah sebelum akhirnya mantap membawa kasus ini ke ranah hukum.

Untuk menuntut keadilan, Viona bahkan harus menjalani proses pelaporan kepada pihak kepolisian seorang diri.

Tanpa pendampingan kuasa hukum, ia melangkah hanya bersenjatakan keberanian untuk menjaga harga diri dan martabatnya sebagai perempuan.

Peristiwa itu bahkan dilaporkan terjadi saat Viona tengah berada dalam masa latihan intensif.

Di tengah fokus mengejar prestasi bagi bangsa, ia justru harus menghadapi perlakuan tidak pantas dari oknum pelaku.

Melalui keberaniannya ini, Viona ingin menitipkan pesan kuat bagi rekan-rekan sejawatnya di dunia olahraga.

Ia sadar, di luar sana mungkin banyak atlet yang mengalami hal serupa namun memilih untuk tetap bungkam karena berbagai tekanan.

"Jujur awalnya saya malu dan tidak punya keberanian. Tapi saya minta tolong kepada atlet perempuan untuk jaga diri masing-masing," tegasnya.

"Jangan ragu untuk melapor. Mungkin kejadian seperti ini banyak, tapi jarang yang mau bicara. Jangan pernah menukar prestasi dengan harga diri dan martabat kalian."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.