Bantah Floyd Mayweather, Manny Pacquiao: Ini Bukan Eksebisi, Ini Pertarungan Sungguhan

AKURAT.CO, Tensi menjelang duel ulang (rematch) antara dua legenda hidup tinju dunia, Manny Pacquiao dan Floyd Mayweather Jr, mendadak memanas lantaran perbedaan pandangan status pertarungan.
Kontroversi bermula ketika Floyd Mayweather mengeklaim bahwa pertemuan mereka di The Sphere, Las Vegas, pada 19 September 2026 mendatang hanyalah ajang hiburan semata.
Dalam wawancara terbarunya dengan Vegas Sports Today, Floyd Mayweather yang dikenal dengan julukan The Money menyebut bahwa laga tersebut tidak akan masuk dalam rekor profesional.
“Ini adalah eksebisi, jadi kami berdua adalah pemenang. Kami hanya ingin pergi ke sana dan menghibur orang-orang serta menyuguhkan pertunjukan yang bagus,” kata Mayweather.
Namun, pernyataan tersebut langsung dipatahkan oleh kubu Pacman (julukan Manny Pacquiao) yang menegaskan bahwa laga ini adalah pertarungan profesional murni.
Ikon tinju Filipina ini dengan tegas membantah klaim sepihak sang rival. Menurutnya, kesepakatan hitam di atas putih yang telah ditandatangani kedua belah pihak merujuk pada pertandingan resmi yang sah secara teknis.
“Saya ingin menjelaskan dengan sangat jelas bahwa kontrak yang kami tandatangani adalah untuk pertandingan tinju profesional. Ini bukan eksebisi, ini adalah pertarungan sesungguhnya,” tegas Manny Pacquiao.
Pacquiao menambahkan bahwa ia tidak ingin mengecewakan ekspektasi jutaan penggemar tinju dunia yang telah menanti duel ini sejak pengumuman resmi oleh Netflix pada Februari lalu.
“Niat saya adalah memberikan apa yang benar-benar ingin dilihat oleh para penggemar. Sebuah pertarungan tingkat tinggi, kompetitif, dan sah,” imbuhnya.
Kritik keras juga datang dari internal manajemen Pacquiao. CEO Manny Pacquiao Promotions, Jas Mathur, menilai kubu Mayweather telah melenceng jauh dari komitmen awal yang telah disepakati.
Bahkan, Mathur secara terbuka menuding Mayweather telah melakukan tindakan yang mencederai perjanjian profesional.
“Floyd Mayweather secara resmi telah melanggar kontraknya,” ungkap Mathur.
Hingga kini, publik masih menanti kepastian status laga yang diprediksi akan kembali memecahkan rekor pendapatan tertinggi dalam sejarah tinju tersebut.
Jika benar-benar berstatus profesional, maka rekor tak terkalahkan 50-0 milik Mayweather akan berada dalam ancaman serius dari tangan Pacquiao.
Sebaliknya, jika laga ini hanya berakhir sebagai eksebisi, banyak pihak khawatir nilai historis dari rematch ini akan berkurang di mata para loyalis tinju dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





