Akhiri Penantian 2 Dekade, Janice Tjen Bangkitkan Era Emas Tenis Indonesia dengan Tembus Ranking 36 Dunia

AKURAT.CO, Indonesia sukses melahirkan primadona baru di kancah tenis dunia lewat nama Janice Tjen.
Petenis putri berusia 23 tahun itu mampu menghentikan dahaga prestasi tenis Tanah Air selama lebih dari dua dekade.
Janice Tjen mencatatkan sejarah manis dengan menembus peringkat 36 dunia pada Februari 2026.
Pencapaian ini sekaligus menandai kembalinya wakil Indonesia di jajaran elite tunggal putri WTA, sebuah prestasi yang sudah lama dinantikan sejak era emas Yayuk Basuki.
Perjalanan karier Janice Tjen terbilang fenomenal. Hanya dalam waktu kurang dari dua tahun setelah menanggalkan status atlet universitas di Amerika Serikat, ia berhasil meroket dari petenis tanpa peringkat hingga menembus jajaran 50 besar dunia.
Sepanjang musim 2025, Janice tampil sangat konsisten dengan mengantongi 77 kemenangan dan lima gelar juara WTA (empat di sektor ganda) .
Salah satu catatan paling impresifnya adalah torehan 27 kemenangan beruntun yang membawa dirinya meraih gelar juara di Chennai Terbuka, India.
"Sejujurnya, saya tidak menyangka hal itu akan datang secepat itu. Saya sangat bangga bisa menempatkan Indonesia kembali di kancah tenis global," kata Janice dikutip laman Times of India.
Gaya permainan Janice yang ulet mulai menarik perhatian dunia saat ia berlaga di ajang Grand Slam.
Pada Amerika Serikat Terbuka 2025, Janice memberikan kejutan besar dengan merangkak dari babak kualifikasi hingga berhasil mengamankan kemenangan di putaran pertama babak utama (main draw).
Pengalaman tersebut menjadi titik balik mentalitasnya. Selain AS Terbuka, Janice juga tercatat memberikan perlawanan sengit saat melakoni debutnya di Australia Terbuka 2026, yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai ancaman baru bagi petenis-petenis papan atas dunia.
"Berhasil lolos kualifikasi dan memenangkan satu babak di Amerika Serikat Terbuka sangat besar bagi kepercayaan diri saya. Itu membuat saya percaya pada level permainan saya sendiri," tambahnya.
Meski kini menjadi tumpuan harapan baru, Janice mengaku tidak merasa terbebani oleh ekspektasi publik.
Baginya, dukungan masyarakat Indonesia justru menjadi bahan bakar tambahan saat ia mengayunkan raket di lapangan.
"Saya tahu bahwa selama saya terus bekerja keras, saya selalu memiliki Indonesia di belakang saya. Itu adalah sesuatu yang sangat saya banggakan," tegasnya.
Di bawah arahan pelatih Chris Bint, Janice fokus menjaga konsistensi fisik dan mental demi menghadapi padatnya jadwal musim 2026.
Selain turnamen individu, Janice juga membidik target tinggi untuk membawa nama Indonesia bersinar di ajang beregu dunia, Piala Billie Jean King.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








