Akurat
Pemprov Sumsel

Proliga: Tak Terbendung, Gresik Phonska Plus Segel Tiket Grand Final

Dian Eko Prasetio | 17 April 2026, 15:00 WIB
Proliga: Tak Terbendung, Gresik Phonska Plus Segel Tiket Grand Final
Tim voli putri, Gresik Phonska Plus, saat merayakan kemenangan atas Jakarta Electric PLN Mobile dalam laga pembuka seri terakhir final four Proliga 2026 di GOR Jatidiri, Semarang, Kamis (16/4/2026) malam. PROLIGA

AKURAT.CO, Dominasi Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di panggung voli nasional benar-benar tak terbendung.

Tim asuhan Alessandro Lodi ini resmi menjadi tim pertama yang mengamankan tiket babak Grand Final Proliga 2026 usai melibas perlawanan Jakarta Electric PLN Mobile.

Pada pertandingan dalam laga pembuka seri terakhir final four Proliga di GOR Jatidiri, Semarang, Kamis (16/4) malam, Phonska Plus menang meyakinkan dengan skor 3-1 (25-18, 25-21, 18-25, 25-19).

Hasil ini sekaligus mempertegas status mereka sebagai penguasa klasemen sementara.

Phonska Plus langsung tancap gas dengan menurunkan kerangka tim terbaiknya.

Arnetta Putri yang bertugas sebagai pengatur serangan sukses memanjakan Medi Yoku serta duet asing Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko. Phonska pun langsung memimpin 8-4 di awal set pertama.

Jakarta Electric PLN yang mengandalkan Kara Bajema dan Neriman Ozsoy sempat mencoba mengejar hingga kedudukan 8-9.

Namun, servis mematikan Bytsenko kembali membawa Phonska menjauh 14-10.

Set pertama akhirnya diamankan tim asal Gresik ini dengan skor 25-18 melalui smes tajam Annie Mitchem.

Pada set kedua, Electric PLN sempat memberikan ancaman dengan unggul 7-3 melalui aksi Bajema.

Namun, ketenangan Medi Yoku dan tim membuat skor kembali imbang 8-8 hingga 16-16.

Memasuki poin kritis, kedisiplinan bertahan Phonska Plus menjadi kunci untuk menutup set kedua dengan 25-21.

Setelah memastikan satu tiket Grand Final karena unggul dua set awal, pelatih Alessandro Lodi mengambil keputusan berani dengan melakukan rotasi besar-besaran.

Nama-nama seperti Dhea, Putri Agustin, Bella Sabrina, dan Ajeng diberi jam terbang.

Meski sempat kehilangan set ketiga dengan skor 18-25 karena gempuran tim inti Electric PLN, Lodi tetap memercayakan set keempat kepada pemain pelapisnya.

Kepercayaan diri pemain muda Phonska justru memuncak dengan meredam serangan lawan hingga unggul 16-9 dan mengakhiri laga dengan skor 25-19.

"Kami sudah memastikan lolos ke grand final setelah menang dua set awal. Kami mencoba memainkan pemain pelapis untuk memberi kesempatan sekaligus menghindari cedera pada pemain inti," ujar Alessandro Lodi usai laga.

Geofani, salah satu pemain lokal Phonska Plus, mengakui ada beban tersendiri saat harus menghadapi skuad inti lawan tanpa bantuan pemain asing.

"Kami sempat gugup saat diturunkan tanpa pemain asing, sementara lawan turun dengan full team," ucapnya.

Di sisi lain, asisten pelatih Jakarta Electric PLN Mobile, Anantachai Yoonprathom, mengakui timnya menemui jalan buntu.

Segala strategi yang disiapkan sebelum laga tidak berjalan semestinya di lapangan.

"Sebelumnya kita sudah melakukan evaluasi, tapi melawan Phonska Plus hari ini semua evaluasi tidak bisa berjalan baik. Terus terang mereka bermain sangat baik hari ini," kata Anantachai.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.