Akurat
Pemprov Sumsel

Kejurnas Turnamen ORADO Masuki Babak Delapan Besar, Persaingan Kian Ketat

Zainal Hasan | 25 April 2026, 23:53 WIB
Kejurnas Turnamen ORADO Masuki Babak Delapan Besar, Persaingan Kian Ketat
Para atlet Domino bertarung di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Turnamen Olahraga Domino Nasional (ORADO) 2026 yang berlangsung di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026). PB ORADO

AKURAT.CO, Persaingan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Turnamen Olahraga Domino Nasional (ORADO) 2026 semakin memanas.

Memasuki hari kedua yang berlangsung di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026), kompetisi mulai mengerucut ke fase gugur dengan tensi pertandingan yang terus meningkat.

Agenda hari kedua diawali dengan persiapan atlet, baik kategori senior maupun junior, sebelum dilanjutkan dengan defile kontingen dari berbagai provinsi.

Momen tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian pertandingan sekaligus memperlihatkan semangat kebersamaan yang kuat di antara para peserta.

Pada edisi perdana ini, Kejurnas ORADO diikuti oleh 205 atlet dari dua puluh tujuh provinsi. Rinciannya, kategori senior diisi 139 atlet yang terbagi dalam 48 tim, sementara kategori junior diikuti 66 atlet dari 24 tim.

Kehadiran puluhan pengurus provinsi turut mempertegas ajang ini sebagai momentum konsolidasi nasional olahraga domino.

Tak sekadar kompetisi, Kejurnas ORADO juga menjadi pijakan awal dalam membangun struktur olahraga domino yang lebih profesional di Indonesia.

Organisasi ORADO sendiri kini telah terbentuk di 38 provinsi dengan dukungan ratusan pengurus cabang di berbagai daerah.

Memasuki fase pertandingan utama, babak kualifikasi menjadi ajang pembuktian bagi setiap kontingen. Konsistensi permainan serta kecermatan strategi menjadi faktor kunci untuk melangkah ke fase berikutnya.

Dari hasil kualifikasi kategori senior, delapan tim terbaik berhasil mengamankan tiket ke babak delapan besar. Mereka berasal dari Sumatera Selatan A, Jawa Barat A, Jambi B, Lampung A, Lampung B, Banten B, Bangka Belitung B, dan Jawa Timur C.

Sistem gugur yang diterapkan di fase ini membuat setiap pertandingan berlangsung ketat. Kesalahan kecil bisa berujung pada tersingkirnya tim dari perebutan gelar juara.

Di kategori junior, persaingan juga tak kalah sengit. Delapan tim dari berbagai provinsi seperti Sumatera Selatan A, Jawa Barat A, Sulawesi Selatan, Jambi, Sumatera Selatan B, Papua Barat Daya, Jawa Timur B, dan Kalimantan Selatan berhasil melaju ke babak delapan besar.

Ketua Umum PB ORADO, Yooky Tjahrial, menilai dinamika pertandingan di hari kedua mencerminkan hasil pembinaan yang telah dilakukan di berbagai daerah.

“Yang kita lihat hari ini bukan sekadar pertandingan, tetapi hasil dari proses panjang pembinaan di daerah. Kita mulai melihat lahirnya atlet-atlet dengan kualitas dan daya saing yang baik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kejurnas ini menjadi tonggak penting dalam upaya mendorong domino sebagai cabang olahraga yang diakui secara nasional. Menurutnya, ORADO tengah membangun ekosistem yang berkelanjutan.

“Kejurnas ini adalah langkah awal untuk menuju pengakuan yang lebih luas, termasuk menjadi bagian dari KONI. Domino memiliki potensi sebagai olahraga strategi yang mengedepankan kecerdasan,” tambahnya.

Ketua Harian PB ORADO, Giri Bayu Kusumah, menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan aturan agar pertandingan tetap berjalan adil dan kompetitif.

“Seluruh tahapan berjalan sesuai sistem yang telah disiapkan. Ini penting untuk menjaga kualitas kompetisi dan menjunjung tinggi sportivitas,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi. Ia menilai Kejurnas ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga memperkuat hubungan antarprovinsi.

“Domino bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga membangun konektivitas dan kebersamaan. Ini menjadi kekuatan utama dalam pengembangan olahraga ini,” katanya.

Dukungan juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Melalui Wakil Sekretaris Jenderal, Mayjen TNI (Purn) Erdi Lumintang, KONI memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kejurnas ORADO 2026.

“Kami mengapresiasi Kejurnas ini sebagai langkah awal dalam menghadirkan olahraga berbasis strategi yang memiliki potensi besar untuk berkembang,” ujar Erdi.

Memasuki fase gugur, intensitas pertandingan semakin meningkat, terutama pada babak enam belas besar kategori senior dan delapan besar kategori junior yang menjadi penentu menuju semifinal.

Dengan persaingan yang semakin ketat, Kejurnas ORADO 2026 kini memasuki fase krusial. Ajang ini sekaligus menjadi cerminan peta kekuatan domino nasional yang terus berkembang sebagai olahraga strategi di Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.