Akurat Logo

Italia Terbuka: Cetak Sejarah di Roma, Jannik Sinner Runtuhkan Rekor Djokovic dan Samai Capaian Nadal

Dian Eko Prasetio | 18 Mei 2026, 14:03 WIB
Italia Terbuka: Cetak Sejarah di Roma, Jannik Sinner Runtuhkan Rekor Djokovic dan Samai Capaian Nadal
Petenis asal Italia, Jannik Sinner, saat mengangkat trofi Italia Terbuka di Roma, Italia, Minggu (17/5/2026). X/InteBNLdItalia

AKURAT.CO, Petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, sukses menasbihkan diri sebagai raja baru di hadapan publik sendiri.

Jannik Sinner berhasil merengkuh gelar juara Italia Terbuka 2026 setelah menumbangkan wakil Norwegia, Casper Ruud, pada partai final yang berlangsung Minggu (17/5) malam WIB.

Bertanding di Foro Italico, Roma, Italia, Jannik Sinner menyudahi perlawanan Ruud lewat dua set langsung dengan skor kembar 6-4 dan 6-4.

Kemenangan ini terasa spesial karena Sinner resmi menjadi petenis putra Italia pertama yang naik ke podium tertinggi Italia Terbuka di Roma sejak Adriano Panatta pada 1976 silam.

"Saya pikir ini tahun ke-50 sejak petenis Italia terakhir menjadi juara di sini dan saya sangat bahagia. Ada banyak tekanan di lapangan, permainan kami tidak sempurna, tetapi hasil ini sungguh luar biasa," kata Sinner dikutip laman resmi ATP.

Keberhasilan di Italia Terbuka 2026 membawa Sinner mengukir tinta emas dalam sejarah tenis dunia.

Petenis berusia 24 tahun tersebut kini menyamai rekor Novak Djokovic sebagai pemain yang berhasil mengoleksi trofi di seluruh sembilan turnamen ATP Masters 1000, atau yang dikenal dengan gelar Career Golden Masters.

Tak hanya itu, torehan ini juga membawa Sinner membukukan sejumlah rekor mencengangkan.

Yakni meraih 34 kemenangan beruntun di level Masters 1000 untuk melampaui rekor Djokovic (31 kemenangan).

Bukan cuma itu, dengan menjuarai Monte Carlo, Madrid, dan Roma dalam musim yang sama, Sinner juga menyamai pencapaian milik Rafael Nadal yang dicatatkan pada tahun 2010 silam.

Ini merupakan gelar ATP Masters 1000 keenam secara beruntun bagi Sinner, sekaligus trofi Masters kesepuluh sepanjang kariernya.

Laga final ini sejatinya tidak dimulai dengan mudah bagi Sinner. Casper Ruud sempat tampil agresif dan langsung mencuri keunggulan 2-0 di awal set pertama.

Namun, dukungan penuh publik Roma membakar semangat Sinner untuk bangkit dan merebut kendali permainan lewat pukulan baseline yang presisi.

Memasuki set kedua, Sinner langsung melakukan break cepat. Meski sempat berada dalam tekanan akibat kesalahan smash di gim kedelapan, ketenangan mental membuat Sinner mampu menyelamatkan break point penting sebelum akhirnya mengunci kemenangan.

"Apa yang dilakukan Jannik tahun ini sangat sulit dijelaskan dengan kata-kata. Selamat atas gelar pertamanya di sini," puji Ruud secara sportif saat prosesi penyerahan trofi.

Elina Svitolina Kuasai Sektor Putri

Beberapa jam sebelumnya dari sektor tunggal putri, petenis Ukraina Elina Svitolina sukses mengamankan trofi ketiganya di Roma.

Svitolina naik ke podium tertinggi setelah menumbangkan Coco Gauff melalui drama tiga set yang ketat dengan skor 6-4, 6-7 (7-1), dan 6-2.

Kemenangan ini menobatkan Svitolina sebagai petenis Ukraina pertama di Era Terbuka yang sukses mengoleksi 20 gelar tunggal WTA.

Selain itu, di usianya yang telah menginjak 30 tahun, ia mengikuti jejak legenda Serena Williams sebagai petenis berkepala tiga yang mampu menaklukkan lapangan tanah liat Italia Terbuka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.