Akurat Logo

10 Tren Skincare yang Sebaiknya Dihentikan, Bisa Rusak Skin Barrier!

Putri Chandra | 18 Agustus 2026, 15:28 WIB
10 Tren Skincare yang Sebaiknya Dihentikan, Bisa Rusak Skin Barrier!
Ilustrasi, Tren Skincare yang Sebaiknya Dihentikan - OpenAI

AKURAT.CO Tren skincare terus bermunculan di media sosial, mulai dari penggunaan bahan aktif hingga berbagai teknik perawatan yang diklaim bisa membuat kulit lebih glowing.

Namun, tidak semua tren tersebut cocok diterapkan oleh setiap orang.

Jika dilakukan secara berlebihan atau tanpa memahami kondisi kulit, beberapa kebiasaan skincare justru dapat memicu iritasi dan mengganggu skin barrier.

Lantas, apa saja tren skincare yang sebaiknya dihentikan?

Baca Juga: Bebizie Diduga Terima Aliran Dana dari PT BKS Terkait Kasus Gratifikasi Kukar, KPK: Belum Dikembalikan


Tren Skincare yang Sebaiknya Dihentikan

1. Terlalu Sering Melakukan Eksfoliasi

Eksfoliasi memang dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan membuat kulit terasa lebih halus. Namun, jika dilakukan terlalu sering, kulit justru bisa mengalami masalah.

Penggunaan AHA, BHA, peeling, scrub, atau toner eksfoliasi secara berlebihan dapat membuat kulit menjadi kering, kemerahan, terasa perih, hingga lebih sensitif.

2. Menggunakan Terlalu Banyak Bahan Aktif Sekaligus

Menggabungkan berbagai bahan aktif dalam satu rutinitas skincare belum tentu membuat kulit lebih cepat mendapatkan hasil yang diinginkan.

Misalnya, menggunakan retinol, AHA, BHA, vitamin C, dan berbagai serum aktif lainnya secara bersamaan. Jika kulit tidak mampu menerimanya, kombinasi tersebut justru dapat meningkatkan risiko iritasi, kemerahan, dan kulit terasa perih.

3. Mengikuti Tren Retinol

Retinol menjadi salah satu bahan skincare yang banyak digunakan karena dikenal memiliki manfaat untuk membantu mengatasi jerawat, noda hitam, hingga tanda-tanda penuaan.

Namun, bukan berarti retinol bisa digunakan secara sembarangan. Pemula sebaiknya menggunakannya secara perlahan dengan frekuensi rendah terlebih dahulu.

Baca Juga: Layanan Trauma Healing dan Perpustakaan Dihadirkan bagi Pengungsi Anak-Anak Gempa NTT

4. Mencoba DIY Skincare dari Bahan Dapur

Tren membuat skincare sendiri dari bahan-bahan yang ada di dapur mungkin terlihat praktis dan murah. Namun, cara tersebut belum tentu aman untuk kulit.

Bahan seperti lemon, baking soda, gula, atau kopi yang langsung diaplikasikan ke wajah dapat menimbulkan iritasi.

5. Menggosok Wajah dengan Scrub

Sebagian orang menganggap kulit yang terasa sangat kesat setelah menggunakan scrub berarti wajah sudah benar-benar bersih. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar.

Menggosok kulit terlalu kuat atau terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan kulit dan mengganggu skin barrier. Akibatnya, kulit bisa menjadi kering, mudah merah, dan lebih sensitif.

6. Melakukan Double Cleansing Tanpa Memperhatikan Kebutuhan

Double cleansing dapat membantu membersihkan makeup, sunscreen, dan kotoran yang menempel di wajah. Namun, metode ini tidak selalu harus dilakukan secara berlebihan.

Jika dilakukan terlalu sering atau menggunakan produk pembersih yang terlalu keras, kulit bisa kehilangan kelembapannya.

7. Melakukan Slugging Setiap Malam

Slugging merupakan teknik mengoleskan produk oklusif seperti petroleum jelly sebagai lapisan terakhir skincare untuk membantu mengurangi kehilangan air dari kulit.

Teknik ini memang bisa membantu kulit yang sangat kering, tetapi bukan berarti cocok untuk semua orang dan harus dilakukan setiap malam.

8. Terlalu Banyak Menggunakan Produk

Rutinitas skincare dengan banyak tahapan memang terlihat menarik, tetapi kulit tidak selalu membutuhkan banyak produk.

Menggunakan terlalu banyak produk justru dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya iritasi, terutama jika beberapa produk mengandung bahan aktif yang serupa atau memiliki fungsi yang tumpang tindih.

9. Terus Mengganti Skincare karena Mengikuti Produk Viral

Produk yang sedang viral belum tentu cocok untuk semua jenis kulit. Kondisi kulit setiap orang berbeda sehingga hasil penggunaan produk yang sama juga bisa berbeda.

Terlalu sering berganti-ganti produk juga dapat membuat kulit lebih sulit beradaptasi. Selain itu, ketika muncul jerawat atau iritasi, akan lebih sulit mengetahui produk mana yang menjadi penyebabnya.

10. Mengejar “Glass Skin” dengan Cara Berlebihan

Kulit sehat tidak harus selalu terlihat sangat glowing, licin, dan bebas pori-pori seperti yang sering terlihat di media sosial.

Memaksakan tampilan glass skin dengan menggunakan banyak produk aktif atau melakukan eksfoliasi berlebihan justru dapat menyebabkan kulit mengalami kemerahan, kering, dan sensitif.


FAQ

1. Apa saja tren skincare yang sebaiknya dihentikan?

Beberapa tren yang perlu diwaspadai antara lain eksfoliasi berlebihan, menggunakan terlalu banyak bahan aktif, mencoba DIY skincare dari bahan dapur, scrub terlalu keras, serta terlalu sering mengganti produk karena mengikuti tren.

2. Apakah eksfoliasi setiap hari aman untuk kulit?

Tidak selalu. Eksfoliasi terlalu sering dapat membuat kulit kering, kemerahan, perih, dan lebih sensitif. Frekuensi penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit.

3. Apakah retinol tidak boleh digunakan?

Retinol tetap dapat digunakan dan memiliki berbagai manfaat untuk kulit. Namun, penggunaannya sebaiknya dilakukan secara bertahap, terutama bagi pemula, agar kulit dapat beradaptasi dan risiko iritasi dapat diminimalkan.

4. Apakah double cleansing harus dilakukan setiap hari?

Double cleansing dapat membantu membersihkan makeup dan sunscreen, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Tidak semua orang perlu melakukan pembersihan berlapis secara berlebihan.

5. Apakah glass skin buruk untuk kulit?

Memiliki kulit yang tampak glowing bukanlah hal yang buruk. Yang perlu dihindari adalah mengejar tampilan glass skin dengan cara berlebihan, seperti menumpuk terlalu banyak bahan aktif atau melakukan eksfoliasi secara terus-menerus.


Kesimpulan

Mengikuti tren skincare boleh saja selama tetap memperhatikan kebutuhan dan kondisi kulit. Tidak semua teknik atau produk yang viral akan memberikan hasil yang sama pada setiap orang.

Eksfoliasi berlebihan, penggunaan terlalu banyak bahan aktif, DIY skincare, hingga terlalu sering berganti produk justru dapat menyebabkan masalah kulit jika dilakukan tanpa pertimbangan.

Karena itu, daripada mengejar tren, lebih baik fokus membangun rutinitas skincare yang sederhana, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan kulit.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.