Tujuh Tahun Absen, Roger Federer Dipastikan Comeback di AS Terbuka 2026

AKURAT.CO, Kabar gembira datang untuk para pencinta tenis dunia. Sang maestro asal Swiss, Roger Federer, dipastikan akan kembali menginjakkan kakinya di turnamen Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2026 setelah terakhir kali berpartisipasi pada 2019.
Meskipun telah resmi pensiun dari panggung profesional sejak 2022 lalu, pemilik 20 gelar Grand Slam ini perlahan mulai kembali aktif terlibat dalam olahraga yang membesarkan namanya tersebut.
Setelah awal tahun ini sempat menggelar laga eksebisi di Australia Terbuka bersama Lleyton Hewitt dan Andre Agassi, serta melakoni sesi latihan bersama Casper Ruud, Roger Federer kini bersiap untuk kembali menyapa publik New York pada Agustus mendatang.
Kembalinya Federer ke Flushing Meadows bukan untuk turun di nomor reguler, melainkan untuk meramaikan sebuah laga ganda eksebisi bertabur bintang yang akan digelar di sela-sela babak kualifikasi turnamen AS Terbuka.
Federer dijadwalkan bakal berbagi lapangan dengan deretan para mantan petenis nomor satu dunia dan legenda Amerika Serikat seperti Andy Roddick, John McEnroe, dan Andre Agassi. Duel penuh nostalgia ini rencananya akan berlangsung di Stadion Arthur Ashe pada Selasa, 25 Agustus 2026.
https://akurat.co/arena/674859/penuh-keharuan-federer-akhirnya-ucapkan-selamat-tinggal-untuk-tenis
"AS Terbuka selalu menjadi salah satu turnamen paling spesial bagi saya. Begitu banyak momen tak terlupakan dalam karier saya terjadi di New York, dan Stadion Arthur Ashe adalah tempat yang sangat berarti bagi saya," kata Federer dalam pernyataan resminya, dilansir dari AS Terbuka.
"Saya sangat merindukan atmosfer di sana dan merindukan energi luar biasa dari para penggemar. Kembali ke Arthur Ashe dan berbagi malam bersama Andy, Andre, dan John membuat momen ini menjadi jauh lebih bermakna."
Keputusan Federer untuk kembali ke New York tentu tidak mengejutkan. Flushing Meadows adalah saksi bisu kejayaan total sang maestro di masa keemasannya.
Federer memegang rekor sebagai satu-satunya petenis di Era Terbuka (sejak 1968) yang mampu menjuarai Amerika Serikat Terbuka selama lima tahun berturut-turut (2004-2008).
Ia mengoleksi total lima gelar Amerika Serikat Terbuka, sejajar dengan para legenda lokal Amerika Serikat seperti Pete Sampras dan Jimmy Connors. Sepanjang kariernya tampil di New York, Federer membukukan persentase kemenangan yang cukup tinggi, bahkan mencapai 86 persen.
Sayangnya, pasca-dominasi total di tahun 2008, Federer tercatat hanya mampu menembus dua final tambahan di Amerika Serikat Terbuka, di mana keduanya berakhir dengan kekalahan, masing-masing dari Juan Martin Del Potro (2009) dan Novak Djokovic (2015).
Penampilan terakhir Federer di AS Terbuka terjadi pada 2019. Kala itu langkahnya terhenti di babak perempat final setelah ditumbangkan oleh Grigor Dimitrov lewat drama lima set.
Setelahnya, masalah cedera memaksa Federer absen di edisi 2020 dan 2021, sebelum akhirnya memutuskan gantung raket pada 2022.
Kehadiran Federer di akhir Agustus nanti dipastikan akan menjadi magnet luar biasa bagi publik Flushing Meadows yang merindukan ayunan forehand elegan dari sang maestro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bentrokan Berdarah Guncang Iran Barat, Pemberontakan Kurdi Kembali Menguat di Tengah Negosiasi AS-Iran?
- 2Update Bagan Piala Dunia 2026 Terbaru: 10 Tim Sudah Lolos ke 16 Besar
- 3Jadwal Lengkap Piala Dunia 2 Juli 2026: Persaingan Sengit Menuju 16 Besar
- 4Prancis vs Swedia: Cetak Brace, Kylian Mbappe Kudeta Posisi Dua Top Skor Abadi Piala Dunia
- 5Rencana Trump Jual Jet Tempur F-35 ke Turki Tuai Kritik, Dinilai Bisa Untungkan Rusia
- 6Trump Sindir Iran di Tengah Pemakaman Ali Khamenei: Kami Beri Waktu Seminggu karena Kami Baik
- 7Kalender Jawa 3 Juli 2026: Weton Jumat Legi Berwatak Tegas, tapi Mudah Marah
- 8Kalender Jawa Juli 2026 Lengkap: Cek Weton, Pasaran, dan Jumlah Neptu
- 9OTT KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin, Masih Diperiksa Intensif
- 1098 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital





