Akurat Logo

Toronto Terbuka: Iga Swiatek Sabet Gelar Perdana Musim Ini dengan Taklukkan Elena Rybakina

Dian Eko Prasetio | 14 Agustus 2026, 14:02 WIB
Toronto Terbuka: Iga Swiatek Sabet Gelar Perdana Musim Ini dengan Taklukkan Elena Rybakina
Petenis asal Polandia, Iga Swiatek, saat mencium trofi Toronto Terbuka 2026 usai mengalahkan Elena Rybakina pada partai final di Toronto, Kanada, Jumat (14/8/2026). X/NBOtoronto

AKURAT.CO, Mantan ratu tenis dunia, Iga Swiatek, akhirnya mengakhiri dahaga gelarnya sepanjang musim 2026.

Bintang tenis Polandia tersebut tampil luar biasa saat menumbangkan wakil Kazakhstan, Elena Rybakina, pada laga final WTA 1000 Toronto Terbuka 2026, Jumat (14/8/2026) WIB.

Iga Swiatek yang datang sebagai unggulan ketujuh tak memberi ampun sedikit pun untuk menyegel gelar juara Toronto Terbuka lewat kemenangan straight set dengan skor dominan 6-2 dan 6-3 di Toronto, Kanada.

Torehan manis ini terasa sangat spesial bagi pemilik enam gelar Grand Slam tersebut. Pasalnya, ini merupakan trofi perdana Swiatek di musim ini, sekaligus gelar WTA 1000 ke-12 sepanjang karier profesionalnya.

Tambahan poin dari turnamen ini juga mendongkrak peringkat Iga Swiatek dari posisi kedelapan langsung melejit ke lima besar dunia menjelang ajang Cincinnati Terbuka dan panggung Amerika Serikat Terbuka 2026.

Perjalanan Swiatek meraih trofi pertama di musim 2026 tidaklah mudah. Sebelum menginjakkan kaki di Toronto, pemain berusia 25 tahun itu bahkan belum pernah mencicipi satu pun babak final sepanjang tahun ini.

Tak ayal, ia kerap mendapat kritik deras dan penilaian miring dari netizen di media sosial.

https://www.akurat.co/arena/881754/toronto-terbuka-tumbangkan-svitolina-iga-swiatek-pijakkan-kaki-di-final-pertama-musim-ini

Usai mengunci kemenangan, Swiatek membeberkan bahwa gelar juara ini adalah bukti nyata dari kerja kerasnya dalam mengabaikan cyberbullying dan terus fokus membenahi performa.

"Semua bulan-bulan terakhir ini tidaklah mudah. Saya sangat senang bisa terus fokus berkembang, sedikit mengubah permainan, dan memperbaikinya meski ada begitu banyak opini tentang saya setiap harinya di internet," kata Swiatek.

Swiatek bahkan mendedikasikan trofi Toronto Terbuka 2026 tersebut bagi siapa saja yang tengah berjuang melawan penghakiman dan komentar jahat.

"Saya ingin mendedikasikan gelar ini kepada semua orang yang sedang menghadapi penilaian miring dan kebencian. Teruslah berkembang dan selalu ingat apa yang ada di depan serta apa yang masih sangat mungkin untuk dicapai," jelas Swiatek.

Di atas lapangan, Swiatek tampil sangat efisien lewat perpaduan servis maut, pertahanan kokoh, dan eksekusi serangan yang begitu presisi. Di sisi lain, Rybakina yang datang sebagai unggulan kedua tampak kehabisan tenaga.

Fisik Rybakina jelas terkuras hebat setelah melewati duel maraton tiga set di empat dari lima laga sebelumnya. Apalagi, laga semifinal sengitnya kontra Coco Gauff baru tuntas sekitar pukul 01.00 dini hari waktu setempat.

Kondisi tersebut langsung dimanfaatkan Swiatek di set pertama dengan mengamankan break di gim pembuka usai Rybakina membuat dua kali double fault. Swiatek terus melaju hingga menutup set pertama 6-2.

Memasuki set kedua, Swiatek tak mengendurkan serangan. Kunci kemenangan didapat saat ia berhasil mematahkan servis Rybakina untuk memimpin 3-2 sebelum akhirnya mengunci gelar juara lewat pukulan backhand winner mematikan di gim terakhir.

Usai laga, Rybakina mengakui bahwa dirinya tak lagi memiliki amunisi fisik yang cukup untuk mengimbangi permainan cepat dan rapat milik Swiatek.

"Iga adalah lawan yang sangat sulit. Dia bermain luar biasa dalam bertahan, sangat pandai mengambil peluang saat reli dan membalikkan keadaan," puji Rybakina.

"Hari ini sangat disayangkan. Saya tidak punya cukup energi. Saya sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi itu tidak cukup."

Meski gagal mengangkat trofi juara, raihan posisi runner-up di Toronto membuat poin Rybakina kian memangkas jarak dengan Aryna Sabalenka di puncak peringkat dunia. Kendati demikian, ia enggan terbebani oleh bayang-bayang status ratu tenis dunia.

"Secara peringkat memang makin dekat, tetapi bagi saya rasanya masih sangat jauh. Jadi, saya tidak ingin terlalu memikirkannya," ucap Rybakina.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.