Lee Chong Wei Dan Khairy Jamaluddin Masuk Bursa Kandidat Presiden BAM

AKURAT.CO, Keputusan Norza Zakaria memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Presiden Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) akhir tahun ini memicu spekulasi tentang siapa yang bakal menggantikannya untuk posisi tersebut.
Sejumlah nama seperti legenda bulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei, dan mantan menteri pemuda dan olahraga negara tersebut, Khairy Jamaluddin, masuk dalam wacana kandidat Presiden BAM pasca mundurnya Norza Zakaria.
Pengamat olahraga Malaysia, Dato’ James Selvaraj, lebih setuju Khairy Jamaluddin sebagai pengganti Norza ketimbang Chong Wei. Alasannya adalah pengalaman Khairy sebagai menteri olahraga memberikan keuntungan untuk pengelolaan BAM.
Baca Juga: Lee Chong Wei Siap Bantu Malaysia Raih Emas Pertama Olimpiade
“Khairy adalah menteri olahraga sebelumnya, dan pengalamannya akan bagus untuk BAM jika dia menjadi presiden. Dia punya kharisma dan cocok dengan olahraga,” kata Selvaraj sebagaimana dipetik dari New Strait Times. “Khairy adalah orang olahraga dan kenal banyak orang di industri ini.”
Tentang Lee Chong Wei, Selvaraj menganggap pebulutangkis dengan rekor terlama di posisi ranking satu dunia tersebut belum berpengalaman dalam tata kelola organisasi. Menurutnya, tidak mudah bagi seorang atlet berhadapan dengan urusan manajemen dan mencari sponsor.
“Kita mendengar Norza punya dua atau tiga kandidat untuk posisi (Presiden BAM). Sebelum ini, beberapa orang bilang mantan pebulutangkis nomor satu dunia, Lee Chong Wei, adalah salah satu kandidat lainnya,” kata Selvaraj.
Baca Juga: Misbun Sidek Dan Panas-Dingin Hubungannya Dengan BAM
“Seorang mantan pemain mungkin tidak punya pengalaman sebagai pengelola olahraga. Tidak mudah sebagai seorang presiden yang harus mencari sponsor dan mengatur banyak hal. Ini bukan masalah mengatur urusan di dalam lapangan saja.”
Salah satu kandidat lain adalah Menteri Perdagangan dan Industri Malaysia, Tengku Zafrul Aziz. Profil Zafrul punya keunggulan dalam urusan mencari sponsor karena pengalaman panjangnya di bidang perbankan.
Terbukanya suksesi kepemimpinan di BAM tak lepas dari kontroversi pemecatan Misbun Sidek, dari jabatan direktur kepelatihan usia muda di Pelatnas Bulutangkis Malaysia, Juli lalu. Legenda bulutangkis Malaysia itu menyebut bahwa pemecatan itu dilakukan sepihak diikuti dengan permohonan maaf Norza Zakaria.
Norza kemudian mengembalikan Misbun ke posisinya dan pada saat bersamaan ia mengumumkan akan mundur dari posisi tertinggi organisasi induk bulutangkis Malaysia pada akhir tahun ini.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







