Kejar Emas Olimpiade, Lee Chong Wei Sebut Malaysia Sediakan Psikolog Berbahasa Hokkien jika Dibutuhkan

AKURAT.CO, Legenda bulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei, mengatakan bahwa program Road to Gold (RTG) untuk olimpiade banyak memberi keuntungan bagi pebulutangkis negaranya.
Dengan Road to Gold, kata Lee Chong Wei, pebulutangkis Malaysia yang disiapkan untuk mengejar medali emas olimpiade akan mendapatkan fasilitas spesifik yang sebelumnya tak pernah ada.
“Jika seorang atlet butuh psikolog spesifik berbahasa-Hokkien atau pelatih fisik, sebagai contoh, maka kami akan mempelajarinya dan memenuhi kebutuhan mereka jika itu bisa membantu penampilan mereka,” kata Lee Chong Wei di Kuala Lumpur, Malaysia, sebagaimana dipetik dari New Strait Times, Senin (4/12).
Baca Juga: Lee Chong Wei Siap Bantu Malaysia Raih Emas Pertama Olimpiade
Lee Chong Wei bicara soal pentingnya Road to Gold berdasarkan pengalamannya sendiri. Mantan pebulutangkis ranking satu dunia itu tiga kali masuk final olimpiade namun hanya bisa meraih perak.
“Tentu saja, saya ingin melihat lebih banyak para pebulutangkis bertarung untuk menjadi bagian program ini karena ini adalah sebuah program yang memberikan banyak keuntungan untuk membantu pebulutangkis lebih maju lagi,” kata Chong Wei.
“Seringkali, saya merasa saya lahir di generasi yang salah karena saya tidak pernah mendapatkan program seperti RTG.”
Bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Hannah Yeoh, Lee Chong Wei saat ini sedang memimpin Road to Gold untuk mengejar medali emas di Olimpiade Paris 2024. Sejauh ini, Malaysia belum pernah meraih emas di level olimpiade.
Baca Juga: Lee Chong Wei Dan Khairy Jamaluddin Masuk Bursa Kandidat Presiden BAM
Saat ini, ada sembilan pebulutangkis Malaysia yang masuk dalam program Road to Gold. Mereka tersebar di seluruh sektor kecuali tunggal putri–ganda putra punya anggota terbanyak dengan empat atlet atau dua pasangan.
Setiap atlet yang masuk dalam program Road to Gold mendapatkan tunjangan sebesar 3.000 Ringgit Malaysia per bulan (sekitar Rp9,95 juta). Fasilitas lain seperti jasa psikolog di luar tunjangan tersebut.
Akan halnya Indonesia, Malaysia mengandalkan bulutangkis sebagai pendulang emas di olimpiade. Di Olimpiade Tokyo 2020, cabang bulutangkis mendapatkan medali perunggu melalui pasangan ganda putra Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








