AKURAT.CO, Setelah tersingkir di babak semifinal Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia 2024, sektor beregu campuran, Indonesia langsung mengalihkan fokusnya pada sektor individu atau perorangan.
Peluang skuad Merah Putih untuk bisa merengkuh gelar juara tim beregu campuran Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia harus kandas usai takluk 1-3 atas Korea Selatan di babak empat besar yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Senin (1/7).
Walau belum bisa memberikan gelar juara tim beregu campuran Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia di depan publik sendiri, Mutiara Ayu Puspitasari dan kolega tetap senang dengan perjuangan yang sudah mereka berikan di atas lapangan.
Tidak ingin berlarut dalam kegagalan di sektor beregu campuran, Mutiara akan langsung mengalihkan fokusnya untuk bisa memberikan yang terbaik di sektor perorangan.
Selain itu, gelar juara pada edisi sebelumnya juga mampu menjadi motivasi tambahan bagi tunggal putri kelahiran Ngawi, Jawa Timur, 17 Mei 2006, tersebut.
"Bersyukur kami bisa memperoleh medali perunggu. Perjuangan yang luar biasa, saya berharap para pemain bisa fokus untuk mempersiapkan di sektor perorangan," ujar Mutiara dalam keterangan resmi yang diterima Akurat.co, Selasa (2/6).
Rasa bangga juga meliputi kapten tim Indonesia, Bismo Raya Oktora, ketika menyaksikan daya juang tinggi yang ditunjukkan rekan-rekannya di sepanjang laga tim beregu campuran.
Walau hanya mampu menjadi semifinalis sektor beregu campuran, juara Seleksi Nasional (Seleknas) 2023 itu berharap rekan-rekannya bisa bersemangat untuk mengejar prestasi di nomor perorangan.
"Semua pemain yang tampil sudah memberikan yang terbaik. Saya mengapresiasi semua kerja keras yang dilakukan. Diharapkan tren ini dibawa sampai nomor individual nantinya," jelas Bismo.
Sementara itu, Manajer tim Indonesia, Eddy Prayitno, juga memberikan apresiasi kepada para pemain yang sudah berjuang di lapangan.
Menurutnya, para pemain yang diturunkan sudah memberikan permajnan terbaik walau belum mampu mengulang prestasi pada edisi sebelumnya dengan menjadi runner-up.
"Apresiasi setinggi-tingginya buat para pemain. Mereka sudah memberikan yang terbaik. Saya berharap mereka bisa bermain lebih baik lagi di nomor perorangan," ungkap Eddy.
Pada Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia 2024 kali ini, tim beregu China didapuk menjadi juara usai mengandaskan perlawanan Korea Selatan dengan skor akhir 3-1.
Kemenangan ini sekaligus menambah koleksi gelar tim berjuluk Negara Tirai Bambu itu menjadi sembilan. Sebelumnya mereka juga mampu keluar sebagai yang terbaik pada edisi 2008, 2010, 2011, 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2018.
Namun, kemenangan tim beregu campuran China kali ini meninggalkan duka yang cukup mendalam. Mengingat salah satu pemain tunggal putra andalannya, Zhang Zhi Jie, menghembuskan nafas terakhir di atas lapangan saat berjuang menghadapi wakil Jepang.
Saat naik podium, pelatih tunggal putra China, Zhang Qi, bahkan membawa jersey mendiang Zhang Zhi Jie sebagai persembahan terakhir yang membuat seluruh penggawa China terharu sampai meneteskan air mata.
Para pemain yang naik podium dari Malaysia, Indonesia, sampai Korea Selatan juga memberikan ucapan belasungkawa kepada tim beregu campuran China selepas acara pengalungan medali.
Hasil Final Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia antara China vs Korea Selatan di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Selasa (2/7)
1. MD - Hu Ke Yuan/Lin Xian Yi vs Lee Hyeong Woo/Lee Jong Ming 21-14, 21-19. (1-0)
2. WS - Xu Wen Jing vs Kim Min Sun 7-21, 21-19, 14-21. (1-1)
3. MS - Wang Zi Jun vs Lee Sun Jin 21-13, 21-8. (2-1)
4. WD - Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue vs Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon 21-16, 22-20. (3-1)
5. XD - Lin Xian Yi/Liu Yuan Yuan vs Cho Hyeon Woo/Cheon Hye In (tidak dimainkan).