Akurat
Pemprov Sumsel

PBSI Benarkan Manajer Tim Bulutangkis Indonesia Kecurian Uang Rp950 Juta

Leo Farhan | 6 Agustus 2024, 15:34 WIB
PBSI Benarkan Manajer Tim Bulutangkis Indonesia Kecurian Uang Rp950 Juta
 
 
AKURAT.CO, Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin frasa tersebut cocok untuk menganalogikan nasib tim bulutangkis Indonesia di Olimpiade Paris 2024.
 
Secara prestasi, dari enam wakil (sembilan atlet) yang tampil di Porte de La Chapelle, Paris, sejak 27 Juli lalu  skuad Cipayung, Jakarta, hanya mampu menyumbangkan medali perunggu.
 
Satu-satunya medali yang didapatkan tim bulutangkis Indonesia disumbangkan Gregoria Mariska Tunjung yang turun di sektor tunggal putri.
 
 
Gregoria kalah di babak semifinal dari An Se Young. Namun, ia mengamankan perunggu setelah Carolina Marin mundur di partai semifinal lainnya saat melawan He Bingjiao.
 
Ternyata nasib buruk tim bulutangkis Indonesia tidak berhenti sampai di situ. Pasalnya, mereka juga harus kehilangan uang sejumlah 53 ribu Euro atau sekitar Rp950 juta.
 
Musibah tersebut dialami manajer tim bulutangkis Indonesia di Olimpiade Paris, Armand Darmadji, yang uang di tangannya raib diduga dicuri oleh sindikat dengan modus mengempiskan ban mobil.
 
"Telah terjadi pencurian terhadap tas milik Manajer Tim Nasional Bulutangkis PBSI, Armand Darmadji, yang berada di dalam mobil di Paris pada Senin, 5 Agustus 2024 sekitar pukul 17.30 waktu setempat," bunyi keterangan resmi PBSI, Selasa (6/8).
 
 
"Pencuri mengempiskan ban dan memberi tahu bahwa ban mobil kempis kepada Shendy (Puspa Irawati) yang sedang bersama Armand untuk membeli keperluan tim. Shendy memberitahu Armand yang langsung turun untuk memeriksa ban."
 
Tahu ban mobilnya kempis, Armand coba menghubungi pihak perusahaan rental mobil untuk melaporkan hal tersebut sementara Shendy pergi ke pertokoan.
 
Perusahaan rental meminta alamat lengkap lokasinya. Karena kurang paham, Armand berbicara dengan polisi yang berada sekitar tiga meter di belakang mobil ofisial tim bulutangkis Indonesia.
 
Namun, ketika kembali ke mobil, tas berisi uang tunai yang digunakan untuk keperluan tim, kartu kredit, dan paspor sudah tidak ada.
 
Uang dengan jumlah kurang lebih Rp950 juta tersebut merupakan uang gabungan dari beberapa orang di tim bulutangkis Indonesia yang berjumlah 53 orang, baik atlet sampai ofisial.
 
Dengan kejadian tersebut Armand langsung melaporkan kejadian tersebut ke KBRI Paris dan mendapat bantuan maksimal dari staf KBRI Paris serta kepolisian setempat.
 
Musibah ini sejatinya juga tidak mengganggu jadwal kepulangan timnas bulutangkis Indonesia dan tetap berjalan sesuai rencana awal, yakni tanggal 7 Agustus 2024.
 
Namun, tim tidak akan bersama Gregoria Mariska Tunjung, yang baru akan pulang ke Tanah Air pada tanggal 9 Agustua karena masih mendukung sejumlah program Komite Olimpiade (NOC) Indonesia di Paris.
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H