AKURAT.CO, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil mengatasi rintangan pada putaran pertama ajang BWF World Tour Super 1000 China Terbuka 2024.
Dalam laga yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, Rabu (18/9), Fajar/Rian mengunci kemenangan di laga pembuka China Terbuka dengan mengalahkan Choi Sol Gyu/Heo Kwang Hee
Fajar/Rian mengalahkan wakil Korea Selatan itu hanya dalam waktu kurang dari 30 menit dengan skor akhir 21-11 dan 21-14 untuk merebut tiket ke putaran kedua China Terbuka.
Dengan kondisi lapangan yang hembusan anginnya sangat kencang, Fajar/Rian mengatakan bahwa tidak semua pemain akan mengambil risiko dengan menerapkan permainan reli.
"Tadi lawan yang terkenal dengan reli-reli panjang yang alot kurang nyaman dengan kondisi lapangan," kata Fajar usai laga sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI
"Sementara kami mencoba bermain normal meskipun masih banyak melakukan kesalahan sendiri."
Selain itu, Fajar/Rian menilai bahwa kemenangan mereka kali ini juga lantaran Heo Kwang Hee yang dikenal sebagai pemain tunggal belum terlihat nyaman saat bermain ganda.
"Pasti peralihan ke ganda tidak mudah, karena tipe permainan sangat berbeda. Beberapa kali dia (Heo Kwang Hee) terlihat belum nyaman bermain ganda," ucap Fajar.
Selain itu, Fajar/Rian menilai setelah Olimpiade Paris persaingan di sektor ganda putra mengalami sedikit perubahan. Terutama di sisa tahun ini.
Bahkan banyak muncul pasangan baru termasuk dari Indonesia seperti Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana ataupun Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin.
Bukan cuma itu, duet-duet kuat seperti Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India) atau Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) masih absen dalam beberapa kejuaraan terakhir.
Fajar/Rian menjadi pasangan ganda putra Merah Putih kedua yang berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar China Terbuka.
Mereka menyusul kesuksesan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin yang sudah lebih dulu lolos.
Indonesia juga masih berpeluang menambah wakilnya di babak kedua lewat tiga pasangan ganda putra yang masih tersisa.
Yakni Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.