AKURAT.CO, Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, harus mengakui ketangguhan wakil Korea Selatan, Baek Ha Na /Lee So Hee, pada laga perdana BWF World Tour Finals (WTF) 2024 atau Final BWF.
Bertanding di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, China, Rabu (11/12), Ana/Tiwi-sapaan Febriana/Anallia-harus menyerah dengan skor akhir 21-6 dan 21-17 hanya dalam durasi 37 menit di laga Final BWF kali ini.
Kalah cukup jauh pada set pertama, Ana/Tiwi mengakui pengembalian mereka masih banyak yang tidak akurat di debut Final BWF mereka. Itu membuat lawan mudah menambah poin memanfaatkan kesalahan wakil Indonesia tersebut.
"Di gim kedua permainan kami membaik tapi belum konsisten. Kadang masih mati sendiri, polanya sudah benar dengan banyak menyerang tapi eksekusi terakhirnya gagal," kata Ana usai laga lewat keterangan resminya.
Walau sempat merasakan ketegangan karena ini merupakan penampilan debut di WTF, Ana/Tiwi akan berusaha mencuri kesempatan pada dua laga tersisa.
"Sayang memang kami bermain kurang baik, hasilnya tidak memuaskan. Tapi masih ada kesempatan berikutnya yang harus kami maksimalkan," kata Tiwi.
Ana/Tiwi masih punya dua laga tersisa untuk bisa mencuri satu tiket ke babak semifinal. Mereka selanjutnya dijadwalkan menghadapi wakil Jepang, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi, Kamis (12/12).
Setelahnya di laga penutup mereka akan menantang wakil tuan rumah, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan. Chen/Jia adalah duet ganda putri peringkat satu dunia yang juga pemilik emas Olimpiade Paris 2024.
Pada laga perdana BWF World Tour Finals 2024, dari empat wakil Indonesia yang sudah tampil baru ganda campuran Dejan Ferdinanayah/Gloria Emanuelle Widjaja yang meraih kemenangan.
Sementara dua wakil Indonesia dari sektor tunggal putra/putri, Jonatan Christie dan Gregoria Mariska Tunjung, harus menelan kekalahan di laga perdana mereka.
Perjuangan wakil Indonesia hari ini akan ditutup lewat perang saudara di sektor ganda putra antara Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.